Kembalikan Rinduku Tung Widut Siang telah berlalu Matahari tak lagi menemui Hanya gelap yang tersisa Kemesraan telah sirna Kau tak lagi darang untukku Rindu yang merajut disekujur tubuh Dalam angan Selengkapnya
penerbit andi
Menjaga Dua Malam
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Mulai malam ini saya akan mengubah novel saya pertama novel. Berjudul Menjaga Dua Malam. Novel yang bisa mewujudkan impian saya untuk bisa melihat Jakarta. Berkat novel ini Selengkapnya
Ketika Cinta Tak Lagi Sejalan
Ketika Cinta Tak Lagi Sejalan Tung Widut Jangan buang sia-sia Usia yang mungkin kembali Ini dunia tak fana Semua berlalu begitu saja Sekian kedip sebuah waktu memperbaiki Menginjak jalan yang Selengkapnya
Hujan Pagi
Hujan Pagi Tung Widut Pagi kelabu tanpa sinar Rintik hujan semakin keras Degung di telinga memysmarkan kicau yang menerjang Diantara daun basah menysup mrncari makan Mematuk pepaya yang bergelantungan Selengkapnya
Diriku
Diriku Tung Widut Aku takkan diam dalam seribu kesunyian Selalu berangan dari hal yang tdrkecil Menyusun alur dari yang tak nyata Berkhayal dalam malam Kelopak mata penuh cerita sebelum terlelap Selengkapnya
Sementara
Sementara Tung Widut Raga yang senyaman angan Pusing mendera bersama keringat dingin Aku terlena Aku tahu Pantangan yang dilanggar Inilah akibatnya Dulu pernah berjanji dan di ingkari Dulu pernah bengini Selengkapnya
Pagi Berselimut Kabut
Pagi Bersimut Kabut Tung Widut Kabut terbang di awang-awang Menyambut pagi yang selalu datang Biarkan para pemalas meringkuk dibalik sarung Hari masih pagi dekurnya Nafas teratur sesekali berpindah arah Selengkapnya
Dalam Pelukan Malam
Dalam Pelukan Malam Tung Widut Sepi terlalu diam Membisu tanpa sanjungan Tak memikirkan kegalauan yang ada di hati Tentang mu yang jauh di sana Berkelana demi ilmu yang melangit Kesendirian Selengkapnya
Kau
Kau Tung Widut Selalu dihati walau perih terukir Kau tinggalkan aku tanpa alasan yang jelas Kenapa kau tak bisa menjaga hatiku Tulus berada disampingmu tanpa syarat Mampukah tanpamu Melupakan Selengkapnya
Wajah Bayangmu
Bayang Wajahmu Tung Widut Senja temaram seperti biasa Hanya tak ada kau kali ini Yang buasa menghiasi cakrawala jingga dengan senyum Kini kesendirian perlahan datang Bersama gelap yang merangkak Menelan Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 5
- 6
- 7
- 8
- 9
- …
- 26
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.

















