Lembayung Senja

Warna lembayung di langit senja bersih tiada tersaput mega-mega menaburkan harapan menyuguhkan kehangatan   Pendar-pendar sorot mata kagumi lukisan Sang Maha Kuasa sajikan rasa bahagia   Senyum-senyum tersungging di bibir

Munajad Senja

Di antara indahnya pelangi nurani resah tersaput awan hitam kelamnya menyumbat urat nadi air mata menggenangi sudut netra terguguk larut dalam penyesalan   Di langit jingga terlintas banyaknya dosa-dosa tergambar

Menutup Cerita Senja

Senja telah berlalu aku beranjak pergi tinggalkan mereka yang terpaku cerita senja kuakhiri   Kubiarkan cerita yang belum selesai berserak di lantai pikirku, mereka sudah biasa dengar cerita sampai jeda

Masih Adakah Cerita Senja?

Sudah lama nian kita berbincang senja pun sudah menghilang masih adakah cerita senja?   Semoga engkau tiada bosan setiap saat perbincangan tentang cerita-cerita senja   Cerita senja memang mengasyikan tentang

Hujan Senja Hari

Hujan senja hari mengingatkan berpuluh helai-helai kenangan yang pernah kita torehkan selama dalam perjalanan   Berdua kita pernah diguyur hujan deras dihantam badai ganas   Kita kuat karena bergandengan tangan

Wanita, Kopi dan Senja

Setiap senja seorang wanita berbalut kain merah jingga melintas di garis cakrawala dengan senyuman mesra   Seperti biasa kami berbincang berdua menikmati kopi mata beningnya lekat menatapku membawa khayal asmaraku menyatu

Senja Tunggu Dulu

Jangan pergi dulu hari masih terang burung-burung belum kembali kelelawar masih nyaman di sarang   Senja, tunggu dulu kita nikmati secangkir kopi berbincang-bincang santai mengenang masa lalu   Kita selalu

Kenangan Senja

Engkau masih ingat kan? Kita pernah menyusuri pantai bersama dengan kaki telanjang sesekali kita berlari-lari meninggalkan jejak yang tak ingin kita kenang   Aku membuka kenangan senja ini sendirian mencari

Pelangi Senja

Tunggu dulu mentari pelangi akan datang sebentar lagi membawa cahaya warna-warni yang menyejukkan yang menyenangkan yang menghangatkan   Pelangi telah datang tapi tanpa cahaya indahnya tersapu langit hitam berjelaga kelam

Di Balik Senja

Api asmara menyala-nyala membakar seluruh jiwa melelehkan sekeping jiwa   Api asmara membara panasnya menggairahkan asapnya memabukkan   Di balik senja Rama dan Shinta tersenyum mesra Kamajaya-Kamaratih beradu pandang saksikan

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.