Meniti Senja

Jalan pelan-pelan di batas cakrawala meniti senja pulang!   Langkah terseok-seok memanggul beban di pundak keringat meleleh di jalanan   Nanar mata memandang gelap gulita menjelang hati terselimuti gamang  

Sepotong Senja

Ketika senja jatuh di jalanan metropolitan yang riuh masih kutemukan senja jatuh mengambang di danau kota   Berkilau-kilau menakjubkan memancarkan berjuta kekaguman betapa Maha Agung Tuhan surga telah Dia hamparkan

Seperti Senja

Seperti seorang penyair senja ini aku menulis puisi tanpa makna   Seperti seorang pejabat senja ini aku minum secangkir kopi pahit   Seperti para lelaki senja ini aku terjaga oleh

Ketika Gelap Menyergap Senja

Ketika gelap menyergap senja tersaji cerita-cerita pilu   tentang wanita-wanita yang memamer-mamerkan yang menonjol-nonjolkan yang mengumbar-umbar auratnya   tentang para lelaki yang saling bersiasat yang saling bersekongkol yang saling membantai

Senja Mengejar Malam

Senja bergegas mengejar malam membawa hatiku yang kelam menyelinap di antara rembulan   Malam berlalu dengan cepat menyelimuti hatiku yang kalut memanggil-manggil fajar subuh   Pagi masih berbalut dingin enggan

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.