Ketika Ajal Menjemput Nina Sulistiati Berapakah jarak antara hidup dan mati, sayangku? Satu helaan napas, terhempas, terkulai lemas semesta menyambut jiwa yang meregang tak ada yang tahu berapa lagikah waktu Selengkapnya
#terbitkanbukugratisyptd
KMAB-H9-Cerpen 2-Taman Cinta di Rumah Tua -Part 4
Dua minggu berlalu. Sri justru semakin mengkhawatirkan mas Pardi yang tak kunjung pulang sejak hari itu. Sri masih belum mendapat jawaban apa yang membuat mas Pardi mempunyai hutang sebanyak itu. Selengkapnya
Puisi 10 Aku Tak Bisa Bilang Apa-Apa
Aku Tak Bisa Bilang Apa-Apa Nina Sulistiati Aku tak bisa bilang apa-apa Ketika seorang ibu berkisah duka Tentang sulitnya menghadirkan asa Demi sebuah hidup bersahaja Karena pundi rupiah hanya sedikit Selengkapnya
Puisi 9 Balada Pengamen Jalanan
Balada Pengamen Jalanan Nina Sulistiati Mungil, kumal dan berdebu Jemari kecilmu lincah memetik dawai Dendangkan lagu merdu merayu Berkisah lagu rindu dan cinta Senyummu tak pernah pudar Berhias asa, terukir Selengkapnya
KMAB-H8-Cerpen 2-Taman Cinta di Rumah Tua -Part 3
Sore itu, Sri menyirami tanaman cabai, terong, sawi yang mulai lebat. Ia berdendang. Menikmati hasil dari perjuangannya selama satu tahun ini untuk mewujudkan mimpinya memiliki warung hidup dan apotik hidup Selengkapnya
KMAB-H7-Cerpen 2-Taman Cinta di Rumah Tua-Part 2
Aku pun masuk dan menggelar sajadahku di kamar. Larut aku dalam sujudku. Hampir subuh. Kutambah dzikir sambil menanti adzan berkumandang. Tak lama kemudian suara khas Bapak terdengar merdu melalui toa Selengkapnya
KMAB-H6-Cerpen 2-Taman Cinta di Rumah Tua Part 1
Suara itu merasuk ke dalam mimpiku. Suara sepasang kaki putih langsing menapaki dedaunan kering di taman dekat kolam. Sandal japit berwarna putih dengan tali berwarna hijau itu selalu dipakainya. Rok Selengkapnya
Puisi 7 Rinduku
Rinduku Nina Sulistiati Kusapa rinduku dalam hening malam Mengisahkan tentang rasa Yang menghimpit, membelenggu kalbu Merangkai kata penuh asa Yang tergantung di antara awan kelabu Rinduku bukanlah sebatas angan Yang Selengkapnya
Puisi 6 Wanita di Ujung Malam
Wanita di Ujung Malam Nina Sulistiati Kristal bening jatuh satu-satu Bersimpuh, berkubang lara Luka yang telah menganga Kini memborok, hitam Bayangan kelam di sekujur tubuh Melekat pekat, erat Gambaran kisah Selengkapnya
Puisi 5: Cermin
Cermin Nina Sulistiati Bayangan hitam, pekat, kelam Hadir dengan jumawa Terbalut keangkuhan jiwa Asing tak dikenal siapa-siapa Sementara hati tak sama dengan raga Rapuh, remuk, hancur tak berdaya Tak ada Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 8
- 9
- 10
- 11
- 12
- …
- 19
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.




