Negeri Ini Milik Siapa? Nina Sulistiati Merah putih yang mewarnai hati anak negeri Memupuk keyakinan tentang cinta ibu pertiwi Mengukir prestasi dan menguji kompetensi diri Menjadi manusia Indonesia sejati Ketika Selengkapnya
#terbitkanbukugratisyptd
Pegawaiku
Pegawaiku belum memiliki etika keeja yang baik. Dia sering terlambat datang masuk harus nya pukul 06.30 karena saya tidak bisa menggantikan seperti dulu bisa disambi. Sekarang saya harus masuk pagi Selengkapnya
Puisi 35: Sang Saka Berkibar di Hati
Sang Saka Berkibar di Hati Karya Nina Sulistiati Merah putih yang mewarnai hati anak negeri Memupuk keyakinan tentang cinta ibu pertiwi Mengukir prestasi, menguji kompetensi diri Menjadi manusia Indonesia sejati Selengkapnya
Puisi 34 Melawan Sunyi
Melawan Sunyi Nina Sulistiati Suara itu terdengar begitu jauh, lamat-lamat, dan akhirnya lenyap menghilang Kini duniaku hening, sunyi, sepi Suara-suara itu kini tak bermakna Kerap hatiku berteriak,” Di dunia manakah Selengkapnya
Kantinku
Hari ini aku terpaksa menjaga kantin yang menjadi usaha kecil kecilanku karena pegawaiku sakit. Dari pagi aku tidak beehenti melayani suswa yang beli nasi bungjus ait dll. Ksntin ini berkah Selengkapnya
Pelepasan peserta Jamnas 2022
Salah satu siswa putri SMPN 1 Jereweh teepilih mewakili ranting Jereweh untuk bersana kontingen Kabupaten Simbawa Barat berangjake Cibubut Jakatar selama 20 haridi arena peekemahan Jambore Nasional Dalam Upacara Senin, Selengkapnya
Puisi Satire; Negeri Ini Milik Siapa?
Negeri Ini Milik Siapa? Nina Sulistiati Berkibarlah bendera negeriku berkibarlah di luas nusantaramu Tunjukkan kepada dunia, kau Indonesiaku Gema proklamasi terngiang di jagat raya Indonesia merdeka, Indonesia jaya Merdeka bukanlah Selengkapnya
Puisi 32 Berikan Aku Waktu, Tuhan
Berikan Aku Waktu, Tuhan Nina Sulistiati Berikan aku waktu, Tuhan Untuk menggoreskan kisah penuh cinta Mengukir asa nan bahagia Menepis cerita-cerita sendu jadi masa lalu Entah berapa sisa umurku Akan Selengkapnya
Puisi Satire; Negeri Seribu Pecundang
Puisi Satire : Negeri Seribu Pecundang Nina Sulistiati Tepuk tangan membahana di jagat raya Menyambut sang juara penuh suka cita Demi mengharumkan bangsa itu sudah biasa Dan tak perlu jadi Selengkapnya
KMAB-H24-Cerpen 11-Jangan Berpaling-Part 4
Seminggu kemudian, di dalam kelasnya, di antara sorak sorai teman-temannya, Sila terdiam di tempat duduknya. Jantungnya berdebar keras menantikan hasil dari upayanya selama ini. Akankah ia juga akan memperoleh kesuksesan Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 3
- 4
- 5
- 6
- 7
- …
- 19
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.




