KEPERGIAN Tung Widut Mengakui kesalahan Keras kepalaku tak akan membuat kau ada Pergi begitu saja meninggalkanku Semua sudah terlambat Aku sadari saat kau sudah bersamanya Bersanding bahagia dengan pilihan  terbaik

Siang

Siang Tung Widut Sinar mentari telah panas Menyeng membakar kulit berkeringat Tenang sudah berkurang di tengha ladang Dahaga mulai menyerang Lemas mulai datang Siang Berikan sinarmu paling terang Agar dedaunan

Dalam Dekapan Pagi Tung Widut   Dingin terasa Embun pagi menyerang dari celah cendela Menemadi pemuja Allah Menuju rumah tempat menghamba Satu sisi ruang gelap Dibawah selimut tebal Berdiam dalam

Kenangan

Kenangan Tung Widut     Purna sudah perjalanan kerja Setumpuk kertas dimeja telah ditinggalkan usia Berangkat pagi tak lagi ada Bebas. Sebebas burung terbang di angkasa Tinggal berada di rumah

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.