Empat Selfie

Humaniora, Sosbud, YPTD634 Dilihat

Semua ada harga

4 Selfie Olahraga Pagi

Sabtu 30 Januari 2021 tadinya ber rencana latihan tennis namun di tunda bersebab 2 hal. Hal pertama hujan gerimis kedua berlakunya Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)   dilingkungan BHP Klurahan Dukuh RW 06.

Semangat olahraga dengan sasaran berkeringat tetap terjaga. Jadilah bersama istri berjalan kaki dengan route tidak seperti biasanya. Sabtu dan Ahad merupakan hari olahraga,  sayang kalau tidak didawamkan diusia Lansia guna menjaga kebugaran.

Mematuhi regulasi penutupan sementara berupa larangan jogging di BHP kami mengambil route ke Komseko. Menyeberang Kali Cipinang mendaki lewat Gang Said belok kanan sembari menyaksikan keramaian transportasi Jalan Raya Bogor KM 21.

Sehat, Religius dan Tanggep

Dalam perjalanan bertegur sapa  dengan mantan tetangga Komplek Polri Komseko. 30 tahun keluarga kami pernah tinggal disini bersama kenangan anak kolong.  Warga tampak sedang santai didepan rumah sambil membersihkan pekarangan dan memelihara serta merawat tanaman bunga

Silaturahmi ke rumah adik ipar Mas Yanto dan Erlinda RT 06 RW 05 sekalian mengambil kacamata nan tertinggal pekan lalu. Mulailah berselfie ria sebagai alibi jurnalis ketika membuat reportase. Alibi memiliki mana bukti tak terbantahkan bahwa dokumentasi foto asli, bukan dari koleksi mbah google.

Daun Pisang Tercabik Cabik

Selfie pertama objek pohon pisang. Artikel sebelumnya berupa reposting tentang daun pisang tercabik cabik. Inilah dokumentasi untuk melengkapi artikel tersebut.  Kurang lengkap satu tulisan tanpa di lampirkan dokumentasi atau animasi foto

Selfie kedua di depan Masjid Jami’ An Nur. Tertarik dengan spanduk nan dipasang didepan Masjid berpesan SERGEP ( Sehat, Religius Tanggep). Jelas bentuk kepedulian Pengurus dan Jamaah  mencegah penularan covid 19 melalui penerapan protokol kesehatan di lingkungan asrama.

Lumayan badan sudah mulai berkeringat. Lanjut ke selfie ria ke 3. Tulisan di papan taman itulah yang menarik perhatian. Ya ada tulisan “Taman Hatinya”. Taman indah Ibu  PKK RW 05 Kelurahan Rambutan terletak persis di samping kantor RW.  Merwat taman dengan hati mungkin itulah pesan bermakna emak emak komseko / kader posyandu

Taman Hati nya

Perjalanan pulang melewati penjual buah buahan. Sepanjang jalan mulai Polsek Ciracas sampai Pasar Induk,  berjejer toko yang menawarkan pisang, jeruk, durian, salak, rambutan,  apel dan segala macam obat cuci mulut.

Tampaknya mereka sepakat menaruh harga disetiap buah. Harga ditulis besar besar warna merah untuk menarik perhatian pelintas  jalan. Kami mampir di salah satu toko membeli jeruk dan pisangan barangan. Selfie ke 4 ini awak tidak sendirian. Tampak istri sedang berpura pura menanya harga jeruk,  ternyata bisa juga ditawar.

Alhamdulillah hujan gerimis tetap kami tempuh berjalan agak cepat menuju BHP. Olahraga berkeringat, silaturahim dan belanja  menjadi satu kenikmatan dan kegembiraan  tersendiri sebagai salah satu upaya meningkatkan imunitas tubuh.

Salam Literasi

BHP, 30 Januari 2021

YPTD

Tinggalkan Balasan

1 komentar