
Hubungan Ke Tuhan Yang Maha Esa Tak Butuh PLN
Catatan Thamrin Dahlan
Ini khusus terjadi di Indonesia saja. Ketika PLN malpraktek maka konsumen hanya bisa mengelus dada. Mau protes tiada daya. Menerima takdir lampu padam ber jam jam sudah terbiasa.
Ketika awak pulang ke kampong halaman Tempino Jambi baru terasa. PLN atau apalah namanya di 72 tahun merdeka masih membuat atau memaksa warga bersabar ketika aliran listrik tak sampai di rumah.
Entah bersebab apa PLN tak mampu konsisten 24 jam terus menerus memijarkan lampu di desa. Tak usyahlah cari alasan tentang segala kendala. Warga kesal menggumpal karena tak bisa berkomunikasi antar sesama di dunia maya.
Sampai mulut berbusa pun tiada perubahan bermakna sementara iuran tak pernah jeda. Hp dan seluruh alat komunikasi modern lumpuh tidak berguna karena ketidak adaan energie listrik disana.
Sudahlah awak tak mau lagi bicara soal BUMN ini karena percuma juga unjuk rasa. Awak hanya berguman sembari mengambil dan mencari hikmah dibalik peristiwa. Adalah suatu fakta bahwa hubungan antar makhluk manusia acap terkendala. Terputus hubungan bersebab ketergantungan kepada alat peralatan dunia.
Ketiadaan energi produksi PLN semakin menyadarkan awak bahwa ketergantungan kepada teknologi sangatlah besar artinya. Manusia tidak berdaya ketika telephon genggam low batt. Simpanan daya energie di Power Bank hanya mampu menyangga komunikasi sebentar saja. Setelah itu gelap gulita, putus hubungan ke dunia maya.
Disaat seperti inilah manusia sadar bahwa hubungan horisontal antar manusia tidak langgeng sepanjang masa. Nah bagaimana hubungan vertikal dengan Tuhan Yang Maha Esa.
Subhanallah jelas sekali hubungan ke Allah Tuhan Yang Maha Kuasa tidak membutuhkan bantuan PLN atau sejenisnya yang memproduksi energie.
Hubungan makhluk manusia ke Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang bisa dilakukan kapan saja ditempat tempat nan di redhoi. Manusia tidak memerlukan lampu, hp, modem jaringan internet, pulsa dan segala perlengkapan komunikasi modern.
Tanpa alat sodara, manusia hanya membutuhkan suasana hati khusyu untuk berdoa. Dapat dipastikan setiap saat sekali lagi kapan saja hubungan ke Sang Pencipta terkoneksi. Apalagi Allah SWT telah memerintahkan hubungan formal 5 kali sehari dalam bentuk shalat wajib.
Jadi kenapa kita tidak selalu menjaga hubungan kepada Tuhan Yang Maha Esa setiap saat ketika kesadaran jiwa masih melekat di raga.
Inilah hikmah nan di anugerahkan Allah SWT ketika awak pulang ke kampong halaman. Alhamdulillah Terima kasih Ya Allah hamba semakin sadar bahwa alat genggam bernama hp itu telah menyibukkan diri terhadap hal hal nan tiada berguna.
Tidak perlu lagi gelisah ketika lampu padam tak perlu lagi risau low batt tak usyah lagi galau ketika tiada sinyal dan tak perlu gundah ketika tak ber pulsa .
Hubungan vertikal langsung kepada Allah SWT menembus cakrawala alam semesta. Itulah ucapan tasbih nan tiada terputus. Insha Allah ungkapan bernuansa ibadah di setiap desahan nafas sebagai bentuk rasa syukur atas limpahan rahmat karunia.
Inilah hubungan kepada Allah sebagai bentuk penghambaan nan tiada cela, semata mengharap redha Nya.
Subhanallah Walhamdulillah Wallaillahhaillah Allah Akbar. Lahaulawalla Quata Illa billa halium Azhiem.
Astaqfirullah Al Azhiem
Salam Literasi
YPTD 210121








