
Tadinya judul artikel akan memakai kosa kata Hilang 20 jam. Namun setelah dipikir 2 kali maka judul diganti Putus 20 jam.
Hilang dengan Putus tidak jauh beda, dalam artian sama sama berkonotasi kecewa. Betapa tidak kecewa ketika hilang hubungan dengan dunia maya bersebab jaringan internet di rumah tak tersambung. Betapa putusnya harapan ketika wifi internet tidak berfungsi sebagai mana biasanya.
Itulah kejadian pada hari Jumat, 8 Januari 2021. bahkan sebelumnya malam sejak pukul 22.00 menurut Ananda Rendy jaringan internet dari pemberi jasa First Media tidak terkoneksi..
Jawaban dari Fist media via suara mesin bahwa di kawasan Perumahan Bumi Harapan Permai (BHP) sekitar Kelurahahn Dukuh Jakarta Timur ada perbaikan. Entah pebaikan apa tidak dijelaskan
apakah pohon tumbang atau sebab lain yang jelas para konsumen super kecewa,.
Hitung hitung selama 20 jam tidak bisa menggunakan Personal Computer untuk berinterkasi dalam tugas pelayan Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (YPTD).
Apalagi dilakukan kalau bukan keterpaksaan menggunakan handphone untuk tetap bisa berkomunikasi dengan teman teman. Ponsel tentu memiliki keterbatasan terutama besaran layar monitor. Disamping itu lemot atawa lambat sudah pasti bila dbandingan jaringan wifi.
Bagi para penulis ketergantungan dengan teknologi informasi sangat besar terutama bagi penulis yang selalu berbagi untuk khalayak menggunakan jaringan internet. Rasanya hampa apabila tulisan tidak di share seperti sebuah ide atau inspirasi kehilangan ruh.
Tidak salah juga bila dikatankan maniak menulis. Menulis sudah menjadi bagian kehidupan, melekat pada diri seperti minum obat 3 kali sehari. Bukan syok ingin memproklamirkan diri bahwa kami ini orang hebat. Namun lebih jauh dari itu telah terpatri niat kuat : berbagi informasi lah yang menjadi motivasi utama bergiat di media sosial.
Oleh karena itu awak seperti kehilangan tenaga. Namun kondisi ini jangan menjadi kendala utama. Ponsel dengan segala jeterbatasan masih dapat difungsikan. Menulis di face book dan berkomunikasi di WA sembari mencari lokasi yang terkakses sinyal sim card telkomsel hallo.
Alhamdulillah satu artikel dengan susah payah bisa ditayangkan di website YPTD terbitin.id. Judulnya Telat Bayar berkisah nyata tentang keterlambatan membayar uang langganan koran Republika. Posting by hp tidak senyaman ketika menulis di PC. Tetapi apa boleh buat, tidak ada akar rotan pun jadi. Demikian pesan petuah Ibunda Almarhumah Hj Kamsiah Binti Sutan Mahmud.
20 jam sodara, Ngapain saja. Wakltu “luang” awak gunakan untuk berkelana keluar rumah sebelum menunaikan kewajiba Shalat Jum’at. Tetap mematuhi protokol kesehatan 3 M. beranjak ke Masjid Jami An Nur melihat renovasi baitullah pada sisi belakang. Bersua teman pensiunan polisi sembari berbagi kabar kedahsyatan si corona.
Awak lanjut bersilaturahim dengan pengggagas sedekah nasi bungkus Jum’at Uda Atjun di kawasan Kampong tengah. Sudaj terniat dan kini mekeksekusi menyerahkan sumbangan. Si uda sahabat palngkin mengecek
” kalau pak haji sibuk, kirim saja santunan untuk dhuafa via mobile bangking, disana ada nomor rekeningnya”
Oh ya dizaman serba modern ini segala urusan manusia di mudahkan, walaupun awak sebenarnya lebih suka bertatap muka. Nilai silaturahim berlipat ganda berupa nikmat panjang umur tetap sehat serta membuka pintu rezeki..
“Rambut jangan dipangkas terlalu pendek uda, sadang elok sajo”
Pesan kepada si uda tukang cukur langganan. Berpangkas ria bagi pria suatu kewajiban bulanan ketika panjang rambut mulai medekati teilnga. Tidak sembaranagn memootong rambut, haruslah ke langganan agar tidak terjadi kecelakaan. Kecelakaan adalah bentuk potongan rambut tidak sesuai dengan bentuk kepala. Itu saja persoalannya..
20 jam. Pukul 20.00 malam Sabtu Alhamdulillah jaringan wifi tersambung kembali. Berbegas menghidupkan Personal Computer. Anda paham tentu apak apliklasi yang pertama awak akses.
Ya Portal Perpustakaan Nasional khusus pelayanan ISBN. Bersyukur 3 dario 6 usulan permohonana ISBN disetujui. Teman teman penulis segera di informasi kan agar segera memenuhi kewajiab posting 10 artikel di website YPTD sebelum buku naik cetak 13 Januari 2021.
Tanggung jawab moral Penerbit terletak pada kualitas pelayanan. Kunci utama pelayanan publik akuntabel dan transparansi wajib dipedomani sepeniuhnya agar YPTD mampu memberikan pelayanan prima ke stake holders..
Yes, final judul artikel ini tidak diubah lagi. Tetap Putus 20 jam. Terhubung kembali dengan berbagi komunitas WAG untuk saling menyapa dan terlebih ucapan Belasungkawa yang semakin banyak akibat dampak virus corona.
Salam Literasi
BHP, 080121
YPTD









Mmng sinyal sudah merajai hidup, tanpanya seakan hidup hampa terpisah dg dunia luar..