Perusuh “Palsu”

Pak Mario Setyo perusuh pertama tiba di titik kumpul Swiss-Belhotel Serpong.  Saya orang  kedua dari Kramatjati Jakarta Timur datang pukul 10. 45.

Pertanyaan pertama

” nama anda di kolom komentar disway siapa?”

Komentator dari Semarang tergagap

” Saya Pakai nama putri, Viona”

Nah lho. Melihat penampilan Pak Mario dan tutur kata halus khas wong jawa tengah saya pikir tak pantas Beliau di kategorikan Perusuh. Pasti sanak saudaranya tidak percaya bahkan warga se RT/RW pasti protes. Namun demikianlah nasib para komentator di gelari Abah Sang Perusuh.

Lambat laun menjelang Shalat Jum’at Perusuh memenuhi lobby hotel. Apalagi kalau bukan salam salaman dan saling berkenalan.  Ternyata hanya  Pak M. Arifin Pekalongan dan Thamrin Dahlan nama disway dan nama tercantum di KTP sama.  Lain perusuh pakai nama samaran alias Palsu.

Motif pakai nama beda ? Beragam jawaban.  Dari takut sama istri, biar nyaman, rahasia rahasiaan sampai motif menyamar agar keteledotran berkomentar  tidak di sentil admin disway atau pembaca disway. Salut sama dr Sandra dan  Suani Mr Hady, namanya betulan.

Seperti biasa pembicaraan Perusuh terkait kamp lumayan seru.  Apa apaan  ini Abah memasukkan kita ke dalam kamp. Apakah ini sejenis hukuman karena sering usil.  Anda tahu sendiri dari pelajaran sejarah bahwasanya kamp itu seram mencekam.

Yuk Lihat Kamus Besar Bahasa Indonesia  :

kamp n 1 tenda (kemah dan sebagainya) yang didirikan di alam terbuka sebagai tempat perhentian serdadu, pramuka, atau musafir; barak; 2 pengasingan: pada zaman penjajahan, tidak sedikit — untuk mengasingkan pemimpin kita yang tertawan;

Nah ketika ditambah kosa kata — konsentrasi menjadi lebih seram : “tempat penahanan warga masyarakat (pada umumnya tanpa melalui proses pengadilan) yang dianggap membahayakan kedudukan pemerintah yang sedang berkuasa”
Pask Mario siap mental. Perusuh tak terpilih menakut nakuti.  Ada ular lah, ada badai lah ada …. anda bisa nambahi sendiri.  Akibatnya seorang Perusuh gagal masuk kamp.  Tampaknya termakan prank. Walaupun sudah di bujuk bujuk Mbak Pipit. Aman aman dan nyaman Bapak.  Jang risau ada saya,…
Kami 20  pesuruh ech perusuh tidak ada nan risau. Niat ingin bertatap muka dengan Bapak Dahlan Iskan Mantan Menteri BUMN yang Fenomenal mengalahkan rasa cemas. Kapan lagi bisa bersua dan berbincang menimba ilmu sukses selama 48 Jam terus menerus dari Abah.
Para pemilik nama palsu semakin akrab selama perjalanan darat ke Desa Cikeusik Agrowisata Agrinex Pandeglang Banten.  Makan siang di mobil.  Mbak Dafa berbaik hati menyediakan 3 kotak kue maknyus. Air mineral lebih dari cukup.  Bus bagus sopir tambun.
Mas Tomy admin disway Pengawal Perusuh berbaik hati membuat WAG Agrinex. Jadilah perjalanan cukup jauh itu terasa dekat bersebab bisa berkomunikasi didunia maya melalui WAG Perusuh. Saya pikir kenapa koq ngak bicara langsung saja ya. Oh ya ada yang tertidur karena kecapean.  Itulah perusuh Pekanbaru, Palembang, Malang dan Bali.
(bersambung)
  • Salamsalaman
  • BHP 3 Januari 2022
  • Dahlan Thamrin

 

 

Tinggalkan Balasan

1 komentar