Pantun Melayu

Terbaru, YPTD63 Dilihat

Pantun Melayu

Makna pantun adalah sebagai puisi lama Melayu yang berfungsi sebagai media komunikasi, pendidikan moral, hiburan, dan pelestari budaya, menyampaikan pesan atau nasihat secara halus dan berirama dalam empat baris dengan pola sajak a-b-a-b, di mana baris 1-2 adalah sampiran (pembuka) dan baris 3-4 adalah isi (pesan sebenarnya). Kata “pantun” sendiri berasal dari kata Minangkabau “patuntun“, yang berarti penuntun atau petunjuk. 

Pantun Melayu adalah warisan lisan berusia ratusan tahun yang mencerminkan peradaban Melayu, berfungsi sebagai media pendidikan, hiburan, kontrol sosial, hingga transfer pengetahuan, mengekspresikan nilai-nilai harmoni dan kearifan lokal melalui rima indah, dan menjadi identitas budaya yang diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda. Pantun berisi nasihat, jenaka, teka-teki, dan kiasan yang merekam ingatan komunal dan membimbing interaksi sosial. 

Fungsi Pantun dalam Peradaban Melayu
  • Pendidikan dan Bimbingan Moral: Menanamkan nilai-nilai luhur, sopan santun, dan budi pekerti.
  • Kontrol Sosial: Mengontrol perilaku masyarakat dengan nasihat halus dan sindiran.
  • Hiburan dan Jenaka: Mengandung unsur humor untuk mencairkan suasana atau menghibur.
  • Komunikasi Sosial: Alat komunikasi yang menekankan keseimbangan dan harmoni dalam interaksi.
  • Rekaman Sejarah: Menjadi “buku sejarah” komunal yang merekam lingkungan, kepercayaan, dan kearifan lokal.
  • Ritual dan Adat: Digunakan dalam berbagai upacara adat, pernikahan, dan ritual pengobatan. 
Ciri Khas Pantun Melayu
  • Struktur: Terdiri dari empat baris (sampiran dan isi) dengan pola rima A-B-A-B atau A-A-A-A.
  • Isi: Mengandung makna mendalam, seringkali tersirat dalam sampiran yang berisi alam atau kehidupan sehari-hari.
  • Keindahan Bahasa: Menggunakan majas, kiasan, dan perumpamaan yang kaya, seperti contoh:
    • Laksamana memikat elang, elang di panah Seri Rama. Tuan laksana kain di pinggang, hancur lulwh bersama-sama” (tentang cinta mendalam). 
Contoh Pantun (Sesuai Struktur)
  • Nasihat:
    • Jalan-jalan ke pasar minggu,
    • Jangan lupa membeli ikan,
    • Kalau ingin jadi orang,,
    • Hormati ibu dan bapakmu.
  • Jenaka:
    • Buah kentang buah rambutan,
    • Ditata rapi di dalam nampan,
    • Selamat datang kami ucapkan,
    • Kepada tuan/puan yang kami dambakan. 
Pantun Melayu adalah cerminan jiwa dan kearifan masyarakatnya, yang terus hidup dan berkembang sebagai warisan yang tak ternilai. 
  • Salamsalaman
  • Ahad 11 Januari 2026
  • TD

Tinggalkan Balasan