
Kebutuhan koneksi internet sudah menjadi bagian tidak terpisahkan dalam dunia ilmu pengetahuan pada masa kini. Perkembangan teknologi komunikasi yang sedemikian cepat telah memberikan kemudahan bagi siapa saja untuk mengakses informasi.
Terlebih didunia pendidikan, dimana akses internet adalah kebutuhan pokok dalam mencari referensi. Sebagai seorang guru, saya sangat membutuhkan informasi aktual yang terkait dengan mata ajar yang diberikan di perkuliahan saya memanfaatkan fasilitas internet secara intens.
Di Institusi Pendidikan tersedia akses internet secara gratis, sehingga sangat membantu dosen dan mahasiswa dalam meng-ekplorasi rujukan ilmu pengetahuan. Koneksi ke internet terkadang terpaksa dilakukan di tempat lain atau dirumah, karena kebutuhan akses internet yang tidak bisa ditunda. Akses internet menjadi masalah kalau dilakukan dirumah, mengingat biaya yang tidak sedikit untuk menyediakan saluran internet rumahan.
Dalam 3 tahun terakhir keluarga kami berlanggangan dengan salah satu jasa pemberi jaringan internet. Jasa internet ini digunakan oleh semua penghuni rumah yang kebetulan jadi dosen dan mahasiswa. Kemudahan yang didapat dengan adanya jaringan internet dirumah adalah kita dapat menggunakannya setiap waktu, tidak perlu lagi ke warnet yang kadang kadang lokasinya jauh dan tidak bisa melayani 24 jam penuh. Langganan berbayar ini bulan lalu tarifnya melonjak. Naik sekitar 40 % dari tarif biasanya.
Biasalah bagi keluarga kami, perubahan pengeluaran anggaran dirasakan agak berat. Jadilah saya kemarin, Kamis siang mengunjungi plasa jasa internet itu untuk meng ” komplain” . Plasa tidaklah begitu ramai 3 hari menjelang tahun baru 2012, saya mendapat nomer panggilan pelayanan 110. Sambil menunggu, waktu dimanfaatkan berselancar ria dengan fasilitas internet yang disediakan ruang tunggu. Akhirnya jadilah sebuah posting bertajuk Journalist on duty.
Palayanan smart. Petugas itu masih berdiri didepan meja kerja ketika saya mendatanginya. dengan ramah dan sopan wanita muda itu menanyakan apa yang bisa dia bantu. Saya menjelaskan pokok persoalan jaringan internet yang tagihannya naik bulan ini. Dengan sabar dia mengchek di komputer dan menjelaskan duduk perkara tagihan itu bisa berbeda. Oh ternyata bulan lalu tagihan saya lebih rendah dari biasa, sehingga tagihan untuk bulan ini ditambahkan kekuranggannya.
Saya bisa mengerti dan petugas itu mohon maaf atas kesalahan sistem administrasi kantornya. Mungkin dia hiba melihat saya yang pensiunan ini, kemudian dia bertanya Apakah Bapak seorang pengajar…? dosen atau guru…? Serta merta semangat saya naik 150 watt, mata berbinar binar, dengan tangkas saya jawab : betul betul betul (menirukan ipin) untuk menyakinkannya. Bapak bawa Surat Keterangannya …?
Saya tergagap, tetapi tanpa kehilangan akal saya menyodorkan kartu nama : saya punya kartu nama dari institusi pendidikan, mungkin bisa sementara sebagai alat identifikasi…. Petugas itu tersenyum dan menggangukkan kepala, Di Instansi ini ada sistem pembayaran khusus untuk Guru, nanti saya proses perubahan pelanggan Bapak Saya tersenyum selebar kuping, berbahagia rasanya, Profesi Guru mendapat penghargaan diskon khusus.
Terimakasih, terima kasih, terima kasih speedy Saya membayangkan Istri saya akan tersenyum lebar juga sampai kedua sudut bibirnya sampai kekuping mendapatkan kabar baik dan menggembirakan kantong kami. Diskon untuk guru Setelah saya menyerahkan KTP, proses administrasi klasifikasi dari pelanggan internet biasa menjadi pelanggan khusus (guru) milik saya di proses, .
Dalam hitungan menit proses itu selesai. Petugas yang ramah bernama Christyana Rosidah menjelaskan bahwa apabila nanti bulan depan tagihan tidak sesuai yang tercantum di form yang diberikan, Bapak silahkan datang lagi kesini. Lumayan sungguh sangat lumayan mendapat diskon khusus yang diberikan untuk Profesi Guru dalam menggunakan jasa internet.
Diskon sampai 60 % dari tarif paket terendah. Alhamdulillah, hari ini saya merasa menjadi seorang guru beneran dan diakui oleh pemerintah. Betapa tidak Profesi Guru memang selayaknya dan sepatutnya mendapatkan penghargaan mulia, mengingat tugas beratnya membentuk karakter bangsa. Dengan langkah lebar, hati terasa senang saya tinggalkan plasa itu dan akses internet tak terbatas (unlimited) akan kami nikmati sekeluarga dengan tarif yang menyenangkan kantong.
- Salam Literasi
- BHP 200321
- YPTD








