Bijak Menyikapi Perbedaan Hari Raya Idul Fitri
Majelis Ulama Indonesia (MUI( mengimbau umat Islam menyikapi potensi perbedaan Hari Raya Idul Fitri 2026 dengan bijak, toleran, dan mengedepankan persatuan. Perbedaan metode hisab dan rukyat dianggap wajar, sehingga masyarakat diminta tidak saling memaksakan kehendak. Umat diminta menunggu sidang isbat pemerintah sebagai rujukan utama.
- Toleransi (Tasamuh): Saling menghormati perbedaan metode penetapan 1 Syawal, baik metode hisab maupun rukyatul hilal.
- Pentingnya Sidang Isbat: Pemerintah (ulil amri) adalah pemegang otoritas tunggal untuk menentukan 1 Syawal yang mengikat demi persatuan, berdasarkan hasil rukyat di lapangan.
- Jaga Persatuan: Perbedaan tidak boleh menjadi sumber perpecahan atau konflik. Lebaran harus tetap menjadi momen kebersamaan dan silaturahmi.
- Sesuai Keyakinan: Umat diperbolehkan merayakan sesuai metode yang diyakini, namun tetap menghormati yang berbeda.
- Kondisi Lapangan: MUI menyoroti kemungkinan perbedaan muncul karena posisi hilal yang belum memenuhi kriteria imkan rukyah.
Instagram +7
Menyikapi perbedaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M, umat Islam diharapkan mengedepankan toleransi, saling menghormati, dan menjaga persatuan (ukhuwah Islamiyah). Perbedaan metode hisab dan rukyat adalah hal wajar, bukan sumber perpecahan. Penting untuk tidak saling menyalahkan, menjaga silaturahmi, dan saling menghormati.
Pergi ke pasar membeli kurma,
Singgah sebentar membeli serai.
Beda tanggal kita sudah terbiasa,
Jagalah hati Insha Allah tetap damai.
- Saling Menghormati & Toleransi: Hormati mereka yang berlebaran lebih awal atau bersamaan dengan pemerintah. Tidak perlu ada perdebatan yang merusak persaudaraan.
- Kedewasaan Beragama: Perbedaan adalah dinamika ijtihad yang wajar. Menunjukkan kedewasaan dalam beragama dengan tetap menjaga harmoni dan kedamaian.
- Fokus pada Esensi Idul Fitri: Menjadikan momen Idul Fitri untuk menyucikan hati, bermaaf-maafan, dan memperkuat ukhuwah, bukan perpecahan.
- Menjaga Ibadah: Tetap menjaga suasana kondusif, terutama menghormati yang masih berpuasa (jika ada perbedaan 30 hari puasa).
- Mengutamakan Ukhuwah: Perbedaan hari raya jangan membuat hubungan berjarak.
Perbedaan hari raya adalah hal alamiah, yang terpenting adalah kedewasaan dalam menyikapinya untuk menjaga persatuan.

Air tenang di waktu pagi.
Perbedaan jangan jadi perang,
Persatuan tetap di hati.
Minal Aidin Wal Faizin
Semoga Kita Termasuk Golongan Yang Kembali Ke Fitrah/Suci Dan Menang Melawan Hawa Nafsu
Salam Literasi.
- Selamat Idul Fitri 1447 Hijriah
- Minal Aidin Wal Faizin
- Mohon Maaf Lahir Bathin
- Thamrin Dahlan & Keluarga






