Mengumpulkan Nan Terserak

Makna Reuni dan Halal Bi Halal

Terbaru, YPTD282 Dilihat

 

Mengumpulkan Nan Terserak

Mengapa dizaman modern ini orang ingin bertemu dengan kawan lama. Bukankah nenek moyang kita dulu sudah melakukan pul ngumpul itu sejak zaman dahulu kala. Perbedaannya mungkin terletak pada mobilitas anak zaman sekarang.

Perpindahan (migrasi) nenek moyang kita tidak segencar orang sekarang. Biasanya orang dahulu dimana dia dilahirkan maka selama hidupnya selalu berada di desa dan wafatpun kampong halaman.

Oleh karena itu orang kampong dengan kawasan desa yang tidak begitu luas menyebabkan mereka hampir setiap hari ketemu. Bertemu ketika mengerjakan sawah, bersua kembali dipasar ketika menjajakan hasil bumi. Berjumpa di tempat ibadah rutin.  Inilah bentuk bersilaturahmi orang pedesaan

Jadi untuk apalagi Reuni bin HBH. Mereka kumpul ngumpul toh sudah setiap waktu bertatap muka.  Paling tidak secara resmi  bertemu ketika hari lebaran.  Jadi sudah pasti Nenek moyang kita ketika itu  belum mengenal istilah halal bihalal apalagi reuni.

Kemajuan teknologi transportasi di abad 20 membawa kemudahan bagi manusia berpergian. Merantau sudah merupakan satu keharusan untuk memperbaiki taraf hidup. Meninggalkan kampong halaman mempunyai kepentingan bersebab ingin melanjutkan sekolah atau mencari pekerjaan.

Nenek moyang semakin sadar bahwa hidup kehidupan untuk mengapai kesejahteraan tidak bisa lagi dicapai dikampung.  Menghapus segala keterbatasaan di desa merantau merantaulah nak.

Oleh karena itu perpindahan penduduk dari satu tempat  sepi, minus atau tandus ketempat yang lebih subur dan ramai adalah suatu keniscayaan.  Anjuran orangn tua ada benarnya, maka satu persatu anak desa meninggalkan desa untuk mencari penghidupan lebih baik.

Bisa jadi menamatkan sekolah terlebih dahulu setelah itu baru mencari pekerjaan yang sesuai dengan disiplin ilmu.  Satu hal yang jelas setelah menjadi sarjana jarang sekali para pemuda pemudi balik kampong kecuali niat kuat ingin membangun desa.  Itupun harus sesuai dengan keahlian seperti pertanian, perternakan, kehutanan atau profesi guru serta dokter, perawat atau bidan.

Nah istilah atau kegiatan reuni atau halal bihalal muncul di era modern.  Tidak seperti orang desa yang setiap hari berpapasan muka. Orang kota (asal desa) karena kesibukan dan tinggal di kawasan yang luas di daerah perkotaan sudah sulit untuk bersua.

Oleh karena kerinduan atas kampong di lepaskan dengan bertemu sesama orang desa melalui acara silaturahim atau dsebut secara bergensi dengan halal bihalal.  Biasanya dilaksanakan setahun sekali setelah hari raya idul fitri.

Bagaiman pula dengan versi kumpul kumpul sesama alumni.  Inilah yang dinamakan reuni.  Seorang anak manusia dipastikan memiliki banyak teman mulai dari sahabat SD, SMP, SMA sampai Perguruan Tinggi.  Belum lagi reuni karena pernah sama sama menunaikan haji atau Umroh.

Atau kumpulan anak manusia  yang ditakdirkan  pernah bekerja di satu tempat (kedinasan).  Maka bisa jadi seseorang warga dalam setahun sibuk menghadiri reuni sampai beberapa kali.  Tentu saja reuni menjadi magnet luar biasa untuk memastikan bisa hadir mengingat ceirta cerita lama akan berkumandang lagi di acara reuni.

Pengalaman awak selama ini memang harus ada beberapa koordinator untuk menyelenggarakan reuni. Bisa jadi setelah berpisah di waktu sekolah atau wisuda ada beberapa teman yang hilang dari peredaran.

Untuk itulah sarana komunikasi cangih seperti Handphone menjadi alat utama mencari teman yang hilang.  Istilah orang melayu mengumpulkan nan terserak. Jadi kata orang orang tua kita silaturahim itu membuka pintu rezeki, menambah kesehatan, dan memperpanjang umur.

Logik dan nalar karena di acara reuni pasti terdengar gelak tawa berkepanjangan, lupa sama segala masalah dan  syaraf pun kendor. Ajaib bin ajib.

  • Salam salaman
  • BHP
  • TD

Tinggalkan Balasan