Puasa Arafah yang jatuh setiap tanggal 9 Zulhijah, sehari sebelum Idul Adha, menjadi salah satu momen ibadah penting bagi umat Islam. Meski terdengar sederhana, puasa ini mengandung nilai-nilai spiritual yang mendalam. Ustaz Adi Hidayat dalam ceramahnya memaparkan tiga keutamaan utama puasa Arafah yang perlu dipahami.
Puasa Arafah Menghapus Dosa Setahun Lalu
Pertama, penghapusan dosa setahun yang lalu. Berdasarkan hadis sahih riwayat Muslim dan Tirmidzi, Nabi Muhammad SAW menyebut puasa Arafah mampu menggugurkan dosa-dosa kecil selama setahun ke belakang. Namun, Ustaz Adi mengingatkan agar pemahaman ini tidak disalahartikan sebagai tiket bebas berdosa. “Bukan berarti setelah itu bebas korupsi atau mencuri, ini salah kaprah,” katanya.
Dijaga dari Dosa Setahun Ke Depan
Kedua, penjagaan dari dosa setahun ke depan. Menurut Ustaz Adi, inti puasa Arafah bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi momentum untuk introspeksi diri. Dengan muhasabah yang mendalam, seorang muslim belajar mengenali kelemahan spiritualnya, sehingga lebih terjaga dari maksiat di masa depan.
Ketiga, doa yang mustajab. Momen puasa Arafah diserupakan dengan orang-orang yang sedang wukuf di Padang Arafah. Mereka memanfaatkan waktu dengan banyak berdoa, memohon ampunan, dan meminta kebaikan dunia akhirat. Ustaz Adi menyarankan agar umat Islam juga mengisi hari itu dengan doa-doa terbaik, khususnya menjelang Magrib saat waktu wukuf sedang berlangsung di Arafah.
Persiapkan Sebelum Arafah
Selain tiga keutamaan itu, Ustaz Adi menekankan pentingnya persiapan mental. “Kalau mau merasakan nikmatnya, jangan cuma tahan lapar. Latih dulu diri dengan memperbanyak salat, puasa sunah, dan tilawah sejak awal Zulhijah,” ujarnya. Dengan begitu, puncak ibadah di tanggal 9 Zulhijah menjadi sarana transformasi diri, bukan sekadar ritual kosong.
Bagi umat yang belum berkesempatan berhaji, puasa Arafah adalah pintu emas mendekatkan diri kepada Allah. “Kalau tahun ini terlewat, kita harus menunggu setahun lagi,” ujar Ustaz Adi. Maka, momentum ini layak dimaksimalkan untuk memperbaiki hubungan dengan Sang Pencipta dan sesama.


