Peristiwa Keajaiban Hari Arafah

Arafah: Hari Bertemunya Cinta dan Pengampunan

Islam, Peristiwa, Terbaru, YPTD351 Dilihat

Jemaah haji berdoa di Jabal Rahmah saat wukuf di Padang Arafah, Mekah, Arab Saudi, 8 Juli 2022. REUTERS/Mohammed Salem

Arafah: Hari Bertemunya Cinta dan Pengampunan

Hari ini 9 Dzulhijjah 1446 Hijriah. Seluruh Umat Islam menunduk khusyuk dalam doa dan puasa. Di padang  Arafah, berjuta-juta jamaah haji berdiri dalam pakaian Ihram serba putih, melebur status dunia. Tidak ada pangkat, tidak ada jabatan, semua menyandang satu nama: Hamba Allah.

Hari Arafah adalah hari luar biasa. Sejarah mencatat, bukan hanya peristiwa besar yang terjadi di masa Nabi Muhammad SAW, tetapi juga kisah para Nabi terdahulu yang penuh pelajaran hidup dan keajaiban iman. Maka mari kita menyelami sejenak makna hari agung ini.

Pertemuan Nabi Adam dan Siti Hawa

Alkisah, setelah terusir dari surga karena melanggar larangan Tuhan, Nabi Adam dan Siti Hawa diturunkan ke bumi di tempat terpisah. Bertahun-tahun mereka saling mencari dalam derai air mata dan doa taubat. Pada akhirnya, atas izin Allah, mereka dipertemukan kembali di satu lembah suci — Arafah namanya.

Di sinilah cinta manusia pertama disatukan kembali, bukan sekadar karena rindu, tetapi karena taubat yang diterima. Maka dari itu, Arafah berarti “mengenal”, tempat keduanya saling mengenal kembali dalam pengampunan dan cinta Ilahi.

Hari Para Nabi Menengadah

Pada hari yang sama, langit juga pernah menjadi saksi sujudnya para Nabi besar:

Nabi Ibrahim AS, di Arafah, menengadahkan tangan memohon keselamatan untuk keturunannya. Dari doanya lahirlah jejak kenabian hingga kepada Rasulullah SAW.

Nabi Ismail AS, simbol kepasrahan yang luar biasa, rela dipersembahkan demi taat pada perintah Allah. Di hari-hari ini pula pengorbanan itu diuji dan diganti oleh domba sebagai pertanda rahmat Tuhan.

Nabi Musa AS, berpuasa empat puluh hari, lalu berbicara langsung dengan Allah di Bukit Thursina. Menurut sebagian ulama, dialog penuh cahaya itu mencapai puncaknya di Hari Arafah.

Nabi Yunus AS, setelah merenung dalam gelap perut ikan, berseru penuh harap, “Laa ilaaha illa Anta, subhaanaka inni kuntu minazh-zhaalimiin.” Tobatnya diterima Allah pada hari ini.

Betapa banyak rahmat Allah turun pada tanggal ini. Betapa langit dibuka, dan bumi menyaksikan air mata pengakuan, harapan, dan cinta dari para kekasih Allah.

Wukuf: Latihan Padang Mahsyar

Bagi para haji, wukuf di Arafah bukan sekadar ritual. Ia adalah latihan mahsyar. Jutaan manusia berkumpul, masing-masing membawa bekal amal. Tidak ada tempat untuk berbangga. Semua menadahkan tangan, menangis lirih, seolah berkata, “Ya Rabb, ampuni aku sebelum nafasku terputus.”

Wukuf mengajarkan kita: hidup ini singkat, tapi kesempatan bertaubat selalu terbuka — khususnya di Hari Arafah.

Bagi Kita yang Tak Berhaji

Jangan merasa jauh dari Arafah. Rasulullah SAW bersabda, “Puasa Arafah menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Muslim).

Sungguh kemurahan Allah tiada banding. Cukup dengan menahan lapar, menjaga lisan, dan memperbanyak doa — kita pun bisa mendapat bagian dari pengampunan besar itu.

Menyambut Idul Adha dengan Jiwa Bersih

Hari ini kita diajak bukan hanya mengingat sejarah, tetapi juga menyerap ruhnya. Ruh pengorbanan, taubat, kesetaraan, dan cinta. Maka jika hati terasa berat, mari ringankan dengan istighfar. Jika jiwa terasa

  • Salam Arafah
  • BHP, 9 Dzulhijah 1446 Hijriah
  • TD

Tinggalkan Balasan