Kalau Bukan Kita, Siapa Lagi? Kalau Bukan Sekarang, Kapan Lagi?
Re Posting Tulisan Thamrin Dahlan di kompasiana.com 5 April 2013

Bapak Prabowo Subianto Ketua Umum Partai Gerindra memberikan apresiasi untuk Buku Bukan Orang Terkenal Karya Thamrin Dahlan
Kalau Bukan Kita, Siapa Lagi ? Kita adalah warga negara Indonesia (WNI). Komunitas inilah yang dihimbau oleh Bapak Prabowo Subianto untuk ikut berperan serta dalam membangun bangsa.
Membangun bangsa dalam arti yang sebenarnya yaitu terwujudnya cita cita masyarakat yang adil makmur sejahtera sesuai dengan amanat Pembukaan UUD 45 alinea ke -4.
“Kita ” itu bisa saja kaum intelektual, pedagang, mahasiswa, petani dari seluruh profesi yang ada di negeri ini dan segenap potensi anak bangsa.
Apakah “kita” itu termasuk para pejabat yang sedang memangku jabatan ? tentu saja mereka termasuk selama para sahabat kita itu tidak tersangkut dengan 7 dosa sosial antara lain KKN.
Kalau bukan kita siapa lagi,
Ya kitalah yang diharapkan bekerja. Untuk mengurus negara ini dicarikan orang asing seperti naturalisasi di PSSI. Tentu tidak semua, masih banyak putra bangsa terbaik dan bersih siap melaksanakan tugas membangun negeri ini.
Himbauan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu ditujukan kepada setiap warga negara yang memiliki integritas moral terpuji dan peduli akan nasib masa depan bangsa Indonesia.
Kalau bukan sekarang kapan lagi ?.
Dimensi waktu yang dimaksud disini adalah siklus perubahan sistem pemerintahan setiap 5 tahun. Secara normal pergantian pemerintahan dilakukan melalui Proses Pemilihan Umum.
Pak SBY tidak usyah takut dengan kudeta, tidak akan ada penggantian kepemimpinan nasional secara paksa. Silahkan Bapak menyelesaikan tugas sampai 2014.
Jadi dimensi waktu itu tinggal dalam hitungan bulan sehingga bagi putra putri terbaik Indonesia yang ingin berperan serta memberikann yang terbaik bagi negerinya. Silahkan bergabung dengan Partai Gerindra.
Inilah saat yang terbaik dan tepat untuk melakukan perubahan mendasar secara konstitusional. Dengan landasan Pancasila dan UUD 45 yang diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara secara murni dan konsekuen.
Alasan bergabung
Banyak alasan yang disampaikan warga negara kenapa dia harus bergabung dengan salah satu kendaraan politik. Yes tentunya agar tujuan bisa lebih terarah pada setiap kegiatan.
Warga negara akan lebih baik apabila menyampaikan aspirasi melalui Partai Politik sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Bergerak sendiri atau independent hanya akan menguras enerji dan menghabiskan sumber daya. Ibarat sebatang lidi, dimana ada kekuatan.
Perhimpunan lidi yang banyak serta diikat dengan kawat justru dapat dipastikan akan menjadi kekuatan yang maha dahsyat. Kawat pengikat himpunan lidi itu adalah kendaraan Politik yang diberi label Partai Politik. Awak mulai tahun 2010 ikut berpolitik.
Kebebasan berpolitik adalah salah satu hak azazi manusia yang dijamin dan dilindungi Undang Undang Dasar. . Selama 30 tahun hak berpolitik itu “terpasung” yaitu ketika masih beertugas sebagai Anggota Polri.
Sesuai dengan peraturan perundangan anggota TNI /Polri tidak diperkenankan dipilih dan memilih dalam proses Pemilihan Kepala Daerah serta Pemilihan Presiden.
Nah setelah retired, hak memilih dan dipilih itu kembali melekat di tubuh ini dalam artian awak telah resmi menjadi warga negara biasa atau rakyat biasa. Keputusan awak bergabung dengan Partai Gerindra, bukan sekedar bergabung.
Pilihan ini dijatuhkan karena dengan Gerindra visi dan misi awak berkesesuaian. Partai yang bersih bersama catatan record yang mengagumkan tergambar dari status keanggotaan Partai Gerindra di DPR yang tidak tersangkut dalam tindak pidana KKN.
Inilah bukti nyata sebagi komitment kuat anti KKN, bukan sekedar di iklan tetapi dilaksanakan secara konsosten . Kemampuan membina kader adalah kekuatan posiitif Partai Gerindra.
Hal ini membuktikan adanya kekuatan pola kepemimpinan Prabowo Subianto yang tegas tanpa tedeng aling aling. Bersih membersihkan. Keputusan bergabung dengan Partai Gerindra dalam kapasitas apapun saat ini atau anti adalah wujud pengabdian sepenuhnya dalam memberikan yang terbaik bagi bangsa ini.
Disamping itu awak merasa ada kapasitas lebih yang awak miliki yang bisa disumbangkan untuk negara dan bangsa ini. Pengalaman bekerja selama 30 tahun di birokrat serta memiliki hubungan emosional dengan komunitas beragam serta tetap menjaga eksistensi intelektual melalui kegiatan mengajar, memberikan semangat kepada awak untuk berjuang sepenuh hati bersama Partai Gerindra
Bersama, mari kita wujudkan Indonesia yang bersih, kuat, aman, bermartabat dan berdikari. Mari kita libas koruptor melalui kotak suara. Mari kita buktikan, pemilih Indonesia cerdas. Kalau bukan sekarang, kapan lagi?
Salam salaman Indonesia Raya Boedray,
5 April 2013
PenasehatpenakawanpenasaraN
Thamrin Dahlan
Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul “Kalau Bukan Kita, Siapa Lagi? Kalau Bukan Sekarang, Kapan Lagi?”, Klik untuk baca:
https://www.kompasiana.com/thamrindahlan/552fee796ea8343c6c8b45cc/kalau-bukan-kita-siapa-lagi-kalau-bukan-sekarang-kapan-lagi
Kreator: Thamrin Dahlan
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com

Tulisan Ini merupakan Bagian Tak Terpisahkan
dari Isi Buku Prabowo Presidenku (2013)







