
Bersama Keluarga menikmati Kuliner Minangkabau di Anjungan Sumatera Barat Taman Mini Indonesia Indah
Hari Ahad Ruang Kebahagiaan Keluarga
Hari Ahad selalu dinanti. Setelah enam hari penuh kerja, lelah dan tanggung jawab, tibalah satu hari yang memberi ruang untuk bernafas lega. Bagi para pekerja, Ahad adalah jeda yang berharga, saat tubuh beristirahat, pikiran mereda, dan hati kembali hangat bersama keluarga.
Waktu seakan melambat di hari Ahad. Matahari pagi bersinar lembut, menebarkan cahaya hangat yang berbeda dengan hiruk pikuk Senin sampai Sabtu. Anak-anak tak perlu bergegas memakai seragam sekolah, ayah dan ibu tak terburu-buru menembus kemacetan menuju kantor.
Semua berjalan lebih tenang. Inilah momen ketika rumah kembali menjadi pusat kehidupan: meja makan jadi tempat bercanda, ruang keluarga jadi arena tawa, halaman rumah jadi saksi permainan kecil yang menumbuhkan rasa.
Pergi rekreasi ke tepian telaga,
Airnya jernih beriak riak tenang.
Hari Ahad milik semua keluarga,
Penyegar jiwa bersenang senang.
Banyak keluarga memanfaatkan hari Minggu untuk rekreasi dan wisata. Tidak harus mewah, tidak pula jauh. Taman kota yang hijau, alun-alun dengan jajanan rakyat, atau sekadar jalan pagi di sekitar lingkungan sudah cukup memberi warna. Di sanalah kebahagiaan sederhana tumbuh—ketika ayah menggandeng tangan anaknya, ketika ibu tersenyum melihat keceriaan, ketika keluarga berkumpul menikmati kebersamaan tanpa beban kerja.
Rekreasi bukan sekadar berjalan-jalan. Ia adalah proses menyegarkan jiwa, menata ulang harmoni hidup, dan mengingatkan kita bahwa kerja keras seharusnya selalu diimbangi dengan istirahat yang cukup. Hari Ahad mengajarkan nilai keseimbangan: bekerja untuk hidup, bukan hidup untuk bekerja. Pada hari ini manusia kembali menyadari hakikat kebersamaan, bahwa keluarga adalah sumber energi yang sesungguhnya.
Lebih jauh lagi, Ahad adalah ruang perenungan. Di tengah waktu santai, seseorang bisa menatap ke dalam dirinya sendiri: sudahkah ia bersyukur atas nikmat yang diterima? Sudahkah ia membagi kasih sayang secukupnya untuk orang-orang terdekat? Dengan begitu, Ahad bukan hanya hari istirahat, melainkan juga kesempatan memperbaiki diri sebelum kembali menapaki tangga kehidupan esok hari.
Burung merpati terbang berdua,
Hinggap sebentar di dahan tua.
Bahagia itu sangat sederhana,
Keluarga sakinah penuh cinta.
Betapa indah bila setiap Ahad diisi dengan hal-hal yang memperkuat ikatan cinta. Duduk bersama mendengarkan kisah anak-anak, berkunjung ke orang tua, atau sekadar berdiam diri sambil membaca buku. Semua sederhana, namun menyuburkan kebahagiaan yang hakiki.
Ahad memang singkat, hanya satu hari. Namun ia bagaikan oase di padang panjang kehidupan. Dengan bijak memanfaatkannya, manusia bisa kembali segar, penuh tenaga, dan siap menghadapi hari-hari kerja berikutnya.
Mari jadikan Ahad sebagai hari keluarga, hari rekreasi, hari kebahagiaan yang cukup. Karena di sanalah hidup menemukan keseimbangannya: bekerja dengan giat, beristirahat dengan syukur, dan menikmati kebersamaan dengan penuh cinta.
- Kolaborasi ChatGpt & Thamrin Dahlan
- Salam Keluarga Bahagia
- Ahad, 280925Â







