Iman, Islam, dan Ihsan adalah tiga konsep fundamental dalam agama Islam yang saling berkaitan, di mana Iman adalah keyakinan dalam hati,
Islam adalah penyerahan diri dan ketaatan melalui amal lahiriah (rukun Islam), dan Ihsan adalah tingkatan tertinggi dalam beribadah dengan kesadaran penuh akan kehadiran Allah, seolah-olah melihat-Nya.
Ketiga konsep ini membentuk pilar agama, saling melengkapi untuk mencapai kesempurnaan penghambaan kepada Allah SWT.
Meningkatkan Iman
Setiap muslim tentu ingin imannya selalu terjaga dan semakin kuat. Namun iman itu bisa naik dan turun. Kadang semangat beribadah tinggi, kadang pula melemah. Karena itu, kita perlu terus memperbaiki dan meningkatkan iman agar hidup kita selalu berada di jalan yang diridhai Allah SWT.
Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
“Dan Allah akan menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapat petunjuk…”
(QS. Maryam [19]: 76)
Artinya, siapa yang berusaha memperbaiki imannya, Allah akan tambahkan petunjuk dan kekuatan dalam hatinya.

Berikut beberapa cara sederhana untuk memperbaiki dan meningkatkan iman dalam kehidupan sehari-hari:
1. Tingkatkan Ibadah Wajib dan Sunnah
Jagalah sholat lima waktu dengan khusyuk dan tepat waktu. Rasulullah SAW bersabda:
“Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang dikerjakan secara terus-menerus, ”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Contoh:
Jangan menunda sholat Maghrib karena sibuk menonton TV. Walau sedang bekerja, luangkan waktu untuk sholat tepat waktu. Iman tumbuh dari kebiasaan kecil yang dilakukan dengan ikhlas.
2. Perbanyak Dzikir dan Doa
Hati manusia mudah lalai. Dzikir membuat hati tenang dan dekat dengan Allah.
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.”
(QS. Ar-Ra’d [13]: 28)
Contoh:
Saat menunggu antrian, daripada mengeluh, ucapkan Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar. Dzikir sederhana ini menenangkan hati dan menjaga iman.
3. Membaca dan Merenungi Al-Qur’an
Al-Qur’an adalah petunjuk hidup. Jangan hanya dibaca, tapi pahami maknanya.
“Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan di dalamnya, menjadi petunjuk bagi orang yang bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah [2]: 2)
Contoh:
Baca satu halaman setiap hari setelah sholat Subuh, lalu renungkan artinya. Sedikit tapi rutin, lebih baik daripada banyak tapi jarang.
4. Mencari Ilmu Agama
Iman tumbuh dengan ilmu. Tanpa ilmu, ibadah bisa salah arah.
“Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan yang diberi ilmu beberapa derajat.”
(QS. Al-Mujadilah [58]: 11)
Contoh:
Ikuti pengajian di masjid, atau dengarkan ceramah singkat di media sosial yang terpercaya. Dengan ilmu, iman menjadi kokoh.
5. Bergaul dengan Orang Saleh
Teman berpengaruh besar pada keimanan.
“Bersabarlah kamu bersama orang-orang yang berdoa kepada Tuhannya di pagi dan petang hari…”
(QS. Al-Kahfi [18]: 28)
Contoh:
Kalau teman kita rajin ke masjid, kita pun akan terbawa ikut. Tapi jika lingkungan suka bergosip dan lalai ibadah, iman bisa turun. Pilih lingkungan yang mendekatkan pada Allah.
6. Menjauhi Maksiat
Maksiat membuat hati gelap dan iman melemah.
“Sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.”
(QS. Al-Ankabut [29]: 45)
Contoh:
Hindari tontonan atau percakapan yang menggoda maksiat. Setiap kali menolak godaan, iman kita bertambah kuat.
7. Merenungkan Ciptaan Allah dan Akhirat
Melihat ciptaan Allah membuat kita kagum dan bersyukur.
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi… terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal.”
(QS. Ali Imran [3]: 190)
Contoh:
Ketika melihat matahari terbit, ucapkan Subhanallah. Ingat bahwa semua ini ciptaan Allah. Kesadaran seperti ini menambah iman dan rasa syukur.
8. Perbanyak Amal Saleh
Amal saleh memperkuat iman dan membawa berkah.
“Barang siapa berbuat baik seberat zarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasannya).”
(QS. Az-Zalzalah [99]: 7)
Contoh:
Menolong tetangga, bersedekah pada anak yatim, atau ikut kerja bakti di masjid — semua itu memperindah hati dan memperkuat iman.
9. Bijak dalam Menghadapi Informasi
Di era digital, banyak kabar yang menyesatkan. Saring sebelum sharing.
“Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa berita, maka periksalah dengan teliti…”
(QS. Al-Hujurat [49]: 6)
Contoh:
Jangan langsung menyebarkan berita yang belum jelas sumbernya. Sikap hati-hati juga bagian dari iman.
Iman tidak datang tiba-tiba. Ia tumbuh dari kebiasaan baik yang dilakukan dengan hati ikhlas. Mari kita rawat iman dengan ibadah, ilmu, dan lingkungan yang baik. Insya Allah, hati akan tenang dan hidup penuh berkah.
“Sesungguhnya orang-orang beriman dan beramal saleh, mereka itulah sebaik-baik makhluk.”
(QS. Al-Bayyinah [98]: 7)
Dikutip dari beberapa Sumber Tausyah Agama Islam
Alhamdulillah
Semoga Allah SWT memberi kemudahan kepada Kita sehingga mampu melaksanakan Ibadah secara Kaffah. Amiin Ya Rabbal Alamiin.
- BHP, 26 Oktober
- 4 Djumadil Awal 1447 Hijriah
- TD







