
Catatan Thamrin Dahlan
Terus terang saya dan juga mungkin anda merasa kesal dan bosan menyaksikan perseteruan 2 kelompok yang belum juga usai. Padahal Presiden Republik Indonesia sudah terpilih secara konstitusional.
“Cebong dan Kampret atau 01 vs 02 tidak ada lagi setelah Pemilu 2019”
Demikian seruan Kepala Negara. Mari bersatu membangun Indonesia Raya. Apalagi Bapak Prabowo Subianto sudah memperkuat Kabinet Indonesia Maju sebagai Menteri Pertahanan.
Tetapi kenyataan di lapisan grass root perseteruan itu masih terjadi terutama pada media sosial. Setiap kebijakan pemerintah semisal sosok Ahok yang katanya akan diberi jabatan strategis ramai diperdebatkan.
Kegaduhan pun terjadi. Sesungguhnya kegaduhan tercipta bersebab ada silang pendapat antara para pihak yang menyangkut kebijakan kontroversial.
Akan lebih baik ditunda dulu kebijakan tersebut. Ibarat seorang pemain bola sepak mendapat kartu merah, maka hukuman nya dia dilarang bermain di 3 laga kedepan.
Toch masih banyak putra putri terbaik negeri ini yang pantas diberi kepercayaan. Yes kegaduhan bisa dihentikan ketika sumber kekacauan itu di cabut akarnya.
Oleh karena itu untuk menghapus rasa kesal tersebut teman teman dalam posisi netral bersepakat membentuk kelompok baru. Inilah komunitas non cebong kampret yaitu gabungan dari warga biasa yang semuanya memiliki penghasilan / gaji karena berstatus pekerja tetap alias bukan orang pengangguran
Inilah komunitas baru sebagai tandingan. Mereka menamakan diri Koalisi Kocar Kacir (KKK). Kelompok ini merupakan Koalisi Barisan Sakit Hati Terpelinitr.
Berikut disampaikan Daftar Anggota Koalisi Barisan Sakit Hati Terpelintir (Kocar Kacir)
- Tukang nyinyir
- Tukang sisir
- Tukang pasir
- Tukang kasir
- Tukang gangsir
- Tukang parkir
- Tukang kikir
- Tukang mikir
- Tukang setir
- Tukang montir
11 Tukang selir
- Tukang sopir
- Tukang mondar mandir
- Tukang semir
- Tukang sortir
- Tukang bombardir
- Tukang bordir
Lengkap sudah 17 komunitas berakhiran IR. Ketika dilakukan pemilihan Ketua Umum KKK terjadi perseteruan seru antara Tukang Nyinyir dan Tukang Parkir.
Setelah upaya musyawarah mufakat tidak berhasil meredakan perebutan jabatan Ketum maka Panitia Pemilihan terpaksa melakukan voting. Dari hasil perhitungan voting ternyata Komunitas Tukang Parkir menang tipis 9 berbanding 8 suara dari Komunitas Nyinyir.
Para pakar atawa pengamat politik bingung seribu kali bingung. Berdasarkan prediksi Lembaga Survey seharusnya Tukang Nyinyir menang mutlak.
Anda paham kenapa Tukang Nyinyir kalah?
Apa kelebihan Tukang Parkir?
Silahkan sobat pembaca memberi argumentasi logis. objektif, ilmiah dan bisa dipertanggung jawabkan. Terima kasih.
161121
Salamsalaman
TD









Yuk kita menjadi guru penggerak Indonesia. Kita harus mampu menjadi guru pelopor dan menjadi agen perubahan, https://youtu.be/jlxDm_O96Ys
Jangan lupa klik like dan subscribe ya!
Terima kasih.
betul sekali pak haji TD