LARIK -LARIK KEHIDUPAN

SANG WANITA BAHADUR
Oleh: Tini Sumartini

Dua puluh tahun ia jalani
Perjalanan terjal curam ia lakoni
Sebagai guru honorer ia perani.

Ketika harapannya pupus
Semangatnya tak lantas putus
Karena pengabdiannya amatlah tulus
Selalu laksanakan tugas dengan serius.

Tekad kuat, walau pedih ia rasa
Medan terjal, licin, tak surutkan asa
Terguling, tergelincir, ia anggap biasa
Demi janji mencerdaskan anak bangsa
Ia tetap tegar seiring bergantinya masa.

Dalam tekad langkahnya ia ikrarkan
Cinta muridnya selalu ia sematkan
Walau tak mudah ia menapaki titian
Begitu banyak pahit getir perjuangan
Betapa banyak ditemui aral rintangan
Namun, tetap tegar menepis godaan.

Bagaikan cinta sudah terlanjur
Tertanam dalam hati takkan luntur
Selalu niatkan berbagi ilmu yang luhur
Dialah sejatinya seorang wanita bahadur
Asa dan pengabdiannya menyatu, melebur.

Ketika harapannya tak ia temukan lagi
Entah apa yang mendorongnya terus berbagi
Penghasilan tak sebanding tenaga yang    dibagi
Tidak pernahkah dirinya merasa rugi?

Kuyakin Tuhan melihat dia
Dengan ketulusan seorang manusia
Perjuangannya takkan sia-sia.

Cipanas, 11 September 2021

Tinggalkan Balasan