EMPEDU DI PANTAI
Oleh : Tini Sumartini
Teramat sunyi senyap
Keramaian kini lenyap
Keraguan sejenak menyelinap.
Sayang, keindahan ini lama dibiarkan
Seakan terisolasi karena kekhawatiran
Gerak langkah corona yang meresahkan
Semua hindarkan diri dari terpapar akibat keramaian.
Di pantai ini, jejak pandemi terasa sangat
Pada roman wajah mereka jelas terlihat
Mereka berkata keluh pun tak ada manfaat
Dengan sabar mereka jalani walaupun berat
Mengais rezeki meskipun sering tak didapat.
Sejauh mata memandang, terpampang kehampaan
Hanya berteman ombak yang selalu berkejaran
Menghempas, lalu kembali tanpa rasa kelelahan
Tak ada lagi sorakan anak-anak dalam keriangan
Atau muda mudi yang menikmati keindahan
Hanyalah nyiur yang tetap melambaikan harapan.
Dengar cerita mereka, betapa sesaklah hati
Mereka pertahankan usaha yang hampir tutup peti
Mau bagaimana lagi, biarlah tetap di sana menanti
Menggantungkan asa walaupun tidak pasti
Saung-saung berjajar sunyi adalah saksi mati.
Di pantai ini dampak pandemi bukan main
Memberangus hidup lahirkan keluarga miskin
Alami kepahitan dan kesulitan hidup, membatin
Bagaimana dengan kehidupan beribu pantai lain?
Semoga doa selalu mereka dekap
Agar senantiasa penuh harap
Masa depan kembali gemerlap.
Anyer, 25 September 2021








Semoga badai segera berlalu.
Aamiiin ya Allah..