NamaMu Terlalu Panjang : Kharir Hatta Huruf-huruf-Mu mengular memenuhi galaksi Menelusup ke segala Tertatih-tatih aku mengeja namaMu Kendal, 4 September 2021#20
Karena Menulis Aku Ada (KMAA)
Selendang Batik
Selendang Batik : Kharir Hatta Kala kubuka lemari kayu Kutemukan kau di sana Motif sulur khas Pekalongan Mengenang lelaki-lelaki kecil yang pernah kita gendong Tiga lelaki Selengkapnya
Sapu Tangan Merah Jambu
Sapu Tangan Merah Jambu : Kharir Hatta Saat menaiki bus itu Kau duduk di kursi depan tersenyum padaku Lewat isyarat tanganmu yang tak utuh Kau beri Selengkapnya
Tantangan Menulis Harus Dijawab Ya, Siapa Takut
Kalau sudah menjadi passion apalagi kegiatan menulis sudah dianggap rutinitas, Bila ada tantangan dari penerbit atau platform blog untuk menulis. Katakan saja Ya. Baik, siapa takut. Begitulah asa penulis. Apalagi Selengkapnya
Satu Jam Saja Cukup Menulis Satu Artikel
Sebagai penulis sesibuk apapun baik bila tetap sediakan satu jam saja untuk menulis. Ada hari hari di mana kesibukan kerja membuat kesempatan menulis rasanya semakin sulit. Mungkin 24 jam rasanya Selengkapnya
Tuhan Ini Doa, Bukan Keluh Kesah
Tuhan Ini Doa, Bukan Keluh Kesah : Kharir Hatta Mentari pagi telah meninggi Membawa pergi angin sejuk subuh tadi Wabah masih menemani kami Gundah gulana hati Selengkapnya
Nyai Kliwon
Nyai Kliwon : Kharir Hatta Dunia ini belum berhenti Bumi ini penuh misteri Nyai, kau kabarkan kepada kami Esok akan adakan kliwonan Setampah nasi liwet, urap, tahu Selengkapnya
“Diary” Maret, Pandemi Covid-19, dan Manula
Ilustrasi Foro by Pixabay Berbisik kepada Diary bahwa Maret adalah bulan yang teramat istimewa bagiku. Alasannya di bulan ini adalah bulan dimana dua orang yang aku sayangi berulang tahun yaitu Selengkapnya
Kala Merindumu
Kala Merindumu : Kharir Hatta Bersamamu kupersembahkan sebuah syair baru Ungkapan kata hatiku yang pilu Karena merindumu dalam waktu Bersamamu seikat kembang ini Sebagai persembahan dan Selengkapnya
Keluh
Keluh : Kharir Hatta Keluhmu tak ‘kan menjadikan dirimu kuat Keluhmu tak ‘kan menjadikan dirimu damai Kau terlalu mengharap kesempurnaan Namun sebetulnya kau sedang menimbun benih menggunung Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 15
- 16
- 17
- 18
- 19
- …
- 24
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.






