Sumber foto: Koleksi pribadi Terima kasih Abah, Babah…, Bah…, begitulah aku kerap memanggilmu Terima kasih Mama, Mamam…, Ma…, begitu sapaanku saat merindukanmu Hari ini adalah hari ultahku Selengkapnya
YPTD
RESIDU RINDU
Residu rindu adalah mengalah Pada nada hati berhenti bernyanyi Sunyi Tapi seperti bara api Riuh bergemuruh (aku menyerah, rasa bersepah) Mks, 070921 – Aminy Harros –
LARIK-LARIK KEHIDUPAN
BADUY DI SIMPANG JALAN Oleh : Tini Sumartini Narman anak Baduy pewaris budaya Ia sadari sukunya miliki sumber daya Ia tak mau dianggap tak berdaya. Hukum di sukunya yang mengikat Selengkapnya
Untukmu Untukku: Guru yang Pantas Digugu dan Ditiru!
Foto penulis (sumber: dokumen pribadi) dan Ki Hajar Dewantara (sumber: Buku Ki Hajar Dewantara) Di zaman dahulu Guru selalu identik dengan akronim “Digugu dan ditiru” Digugu karena segala Selengkapnya
Cogito Ergo Sum : “Belajar dari Descartes, Berguru Pada Thamrin Dahlan”
Gambar Descartes dan Bapak Thamrin Dahlan (Sumber: https://upload.wikimedia.org dan https://terbitin.id/ ) Cogito Ergo Sum, demikian bunyi sebuah ungkapan dalam bahasa Latin yang hingga kini masih kita rasakan eksistensinya. Ungkapan Selengkapnya
Sebuah Refleksi Singkat: “Perjalanan YPTD Merajut Kain Literasi Nusantara”
Oleh: Dionisius Agus Puguh Santosa, SE, MM Refleksi Penuh Optimisme di Usia 1 Bulan Waktu mengajak saya berefleksi bersama YPTD (Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan) di hari jadinya yang pertama. Selengkapnya
Potretan Rumah Produksi YPTD di Mata Milenial
Milenial identik dengan sesuatu yang “bombastis, menegangkan, menggebu-gebu dan pada akhirnya tenggelam bak kapal Titanik dalam cerita fantasi. Fantasi atau visualisasi adalah gaya hidup generasi milenial. Salah satu Selengkapnya
Bimbang
Bimbang Tung Widut Hidup bukan sekedar uang Tapi keping-keping keringat tak mudah menjadi lembar Sabar dengan menahan segala hasrat Memilih memilah kepentingan hakiki Wajib tak tertinggal kan Kata hati tak Selengkapnya
Permainan Pagi
Permainan Pagi Tung Widut Tertawa kecil jingkrak ceria Mulai matahari menyinarikan cahaya pagi Dingin pedesaan tak lagi kala itu Tak kan terasa di setiap lembar kulit ari Mata terbuka Selengkapnya
Kasih yang Terlupa Tung Widut
Kasih yang Terlupa Tung Widut Kedatangan mengiringi awan Semilir menyibak kasih yang dulu⊗ pernah terukir Di bebatuan cadas tak berujung Pelan hilang menemani masa Angin mengingatkan memori lama Tentang sebuah Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 8
- 9
- 10
- 11
- 12
- …
- 16
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.









