Aku memijit tenguk Bang Ezra sambil memberikan minyak angin untuk meredakan mualnya, setelah merasa agak baikan Bang Ezra memilih untuk mandi untuk membuang bau muntah yang menyengat. Aku menuju keluar Selengkapnya
Cerpen
Karena Aku Overthingking (2)
Setelah beberapa kali aku mengusapkan minyak angin di hidung Bang Ezra pergerakan kecil mulai terlihat, mata Bang Ezra mulai membuka perlahan. Entah apa yang terjadi sehingga Bang Ezra pingsan di Selengkapnya
Karena Aku Overthingking (1)
Bagai di hantam godam kepalaku rasanya, rasa sakit yang sudah dua hari ini menyerang bersamaan dengan mual sungguh menyiksa rasanya. Maag bukan penyakit baru bagiku, semasa kuliah dan setelah menjadi Selengkapnya
Senandung Cinta Kita (End)
“Angkat teleponnya diluar.” Suara seseorang menegurku Dengan langkah tergesa aku keluar dari ruang perpustakan mencari kursi – kursi yang tersedia di depan perpustakaan untuk menerima telepon dari Bang Arsad. “Walaikumsalam.” Selengkapnya
Senandung Cinta Kita (2)
Hatiku berdebat untuk membuat sarapan atau tidak, akhirnya aku putuskan untuk merebus air membuat kopi untuk diriku sendiri saja. Suara jeritan ceret mengangetkanku, untung saja tumpahan air tidak membuat komporku Selengkapnya
Senandung Cinta Kita
Sudah lama tak terdengar lagi beduk yang waktu kecilku menjadi waktu yang ditunggu jika ramadhan tiba. Aku rindu yang beduk itu, bagaimana tidak semua rasa lapar akan terganti dengan rasa Selengkapnya
Belajar dari Rasa Sakit (3)
“Yah sudah bahagia dengan kehidupan kita sekarang ini.” Aku tersenyum manis sambil mencolek – celok pipi anak kami yang masih asyik dengan makanannya. “Tidak rindu Emak dan Ayah serta keluarga.” Selengkapnya
Belajar dari Rasa Sakit (2)
Tak henti mulutku mengucapkan syukur, menanti waktu gajian uang ini sudah mencukupi mungkin lebih, batinku. Senyumku cerah walau masih ada rasa mengiris karena ayam yang selalunya menjadi tumpuan jika kekurangan Selengkapnya
Belajar dari Rasa Sakit (1)
Netraku nanar menatap wadah penyimpan beras, hanya tinggal dua cup saja berarti tidak sampai sekilo. Rasa nyeri mendadak menyerang dadaku, masih ada sepekan sebelum uang lelah bekerja aku terima. Kasbon Selengkapnya
Belahan Jiwa (3)
“Kita perlu bicara, tak akan selesai jika Intan terus menghindar.” Suara yang biasanya membuatku merindu. “Baru satu kali Intan menghindar, apakah itu menyakitkan Abang? Pernahkah Abang berpikir berapa banyak Abang Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 5
- 6
- 7
- 8
- 9
- …
- 94
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.















