Tiba di Aceh Penulis : Santi Syafiana, S.Pd Gara-gara mobil mogok, rombongan Asty sampai di Tapaktuan sudah tengah malam. Harusnya mereka mengikuti acara pertemuan dengan Bupati, Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Selengkapnya
Novel
Cinta Sama Dengan Nol (8)
Mogok Penulis : Santi Syafiana, S.Pd “Bu Guru, bisakah turun dulu sebentar?” Asty langsung terjaga dari tidurnya. Tidak salah lagi itu suara Pak Supir. Ia mengucek-ngucek matanya dan mendapati penumpang Selengkapnya
Cinta Sama Dengan Nol (7)
Aku Akan Menikah Penulis : Santi Syafiana, S.Pd Asty tertegun menatap nanar ke arah jendela usai membaca salah satu pesan di media sosial. Antara bingung dan curiga, Asty mengawang-ngawang tak tentu Selengkapnya
Cinta Sama Dengan Nol (6)
Wisudawati Patah Hati Penulis : Santi Syafiana, S.Pd “Wait what, matamu bengkak Ty, apa yang terjadi? Kamu gak tidur-tidur ya? Atau nangis. Ah gak mungkin nangis lah. Wong kamunya baik-baik aja semalam,” Nina yang sudah siap Selengkapnya
Cinta Sama Dengan Nol (5)
Tidak (Bagian Dua) Penulis : Santi Syafiana, S.Pd Asty merasa hati Doni sedang ditabur bunga-bunga. Ia benar-benar sedang jatuh cinta. Lalu tiba-tiba jantungnya berdegup kencang. Ia membaca-baca lagi history chatting-nya Selengkapnya
Memunculkan Ide Dalam Menulis
Ketika kita berbicara mengenai ide dalam menulis, maka ingatlah air yang mengalir. Ide diibaratkan seperti air yang mengalir, ia tidak akan pernah habis dan kering selama sumbernya masih tetap mengeluarkan Selengkapnya
Cinta Sama Dengan Nol (3)
Impian Laskar Propana Penulis : Santi Syafiana, S.Pd Asty bergegas menuju perpustakaan setelah mata kuliah Kimia Organik usai. Di sana sudah menunggu Nina dan Doni yang sudah sejak tadi menghubungi Selengkapnya
Cinta Sama Dengan Nol (2)
Orang Seperti Kita Tidak Bisa Hidup Biasa, Tem! Penulis : Santi Syafiana, S.Pd Asty mengemasi barang-barang yang ada dikos-kosan. Sebentar lagi Papa dan Mama datang menjemput. Dengan setengah semangat Asty Selengkapnya
Titian Awal Perjuangan
“Tetes hujan yang menguntai bumi tak dapat menjadi teman sepi. Sedang dingin ini, adalah gambaran hati. Maka biarlah jarak yang menjadi saksi terpisahnya dua hati” *** Sewindu sudah perpisahan itu Selengkapnya
Teknik Menulis Fiksi
Baik saya, maupun Bapak/Ibu tentu menginginkan mempunyai buku solo, bukan? Nah, terkadang kita memiliki kemauan yang menggebu-gebu, namun saat kita sudah memulai, tiba-tiba terhenti di tengah jalan dan tidak bisa Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 30
- 31
- 32
- 33
- 34
- 35
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.





