Selamat Pagi

  Selamat Pagi Harapan Tung Widut Pagi berselimut kabut Hamparan hijau berpetak berlatar gunung di jauh sana Samar terlihat dari kejauhan Seorang datang dengan jalan santai Tangan dipeganggang di belakang

Jalan Kecilku

Jalan Kecilku Tung Widut Pagi menggeliat dalam dingin Kabut tebal selalu menyelimuti Sinar mentari semburat kuning manja Kala berpuluh petani sudah menyibak rasa jalan kecilku Subuh baru usai Pengguna sandal

Saat Rembulan Sirna Tung Widut   Malam telah berganti siang Perlahan kabut lenyap seiring sinar mentari datang Semua menjadi nyata adanya Remang keindahan tak ada lagi Sinar sendu hilang sudah

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.