Pertemuan Tun Widut Tiga puluh lima tahun silam Bersama setiap mentari mulai menampakan diri Memasuki gerbang sekolah dengan penuh semangat Ceria pertemu teman Mencari ilmu dari buku bertumpukan Berdiri dengan Selengkapnya
Puisi
Menemani Malam
Menemani Malam Tung Widut Sepi meraja dalam malam Gelap tak mampu ditepis oleh cahaya bintang Menggelayut angan pada kerja seharian Hanya sesal membuang waktu hanya untuk sebuah permainan Malam kini Selengkapnya
Terbenam Sudah
Terbenam Sudah Tung Widut Pagi berganti siang ketika angan telah hilang Mentari tenggelam saat anggan ikut karam Terbenam sudah imaji yang semalam nelum terukir Mencoba mengumpulkan puing imajinasi Yang sempat Selengkapnya
Salah Satu Puisiku di Antologi Tantangan ‘Kurator’
Setitik Cahaya di Ujung Gang Pilu Oleh: Lia Yuflihah Gang pilu terbentang dihadapanku Tebing sendu menatapku Lumut lumut resah merayuku Rumput-rumput galau melambaikan tangan memanggilku Langkahku berat … Ku terkesima, Selengkapnya
Selamat Pagi
Selamat Pagi Harapan Tung Widut Pagi berselimut kabut Hamparan hijau berpetak berlatar gunung di jauh sana Samar terlihat dari kejauhan Seorang datang dengan jalan santai Tangan dipeganggang di belakang Selengkapnya
Jalan Kecilku
Jalan Kecilku Tung Widut Pagi menggeliat dalam dingin Kabut tebal selalu menyelimuti Sinar mentari semburat kuning manja Kala berpuluh petani sudah menyibak rasa jalan kecilku Subuh baru usai Pengguna sandal Selengkapnya
Diam
Diam Tung Widut Ada kalanya harus diam Bersama teman yang mengerutkan jidad Jemari menyulam kata demi kata Terangkai dalam jawaban Tak harus bibir berbunyi diantara materi Waktunya diam dengan jawaban Selengkapnya
Memburu Waktu Mu
Memburu Waktu Mu Tung Widut Setumpuk kertas menanti di ruang kerja Sederet tugas memenuhi layar hp Jarum jam terus berdetak tanpa henti Membawa siang menuju malam Malam pun hening sampai Selengkapnya
Saat Rembulan Sirna Tung Widut Malam telah berganti siang Perlahan kabut lenyap seiring sinar mentari datang Semua menjadi nyata adanya Remang keindahan tak ada lagi Sinar sendu hilang sudah Selengkapnya
Cerita Rembulan
Cerita Rembulan Tung Widut Rembulan penuh keindahan mempesona Dinikmati di altar rumah bersama keluarga Menggelar tikar di atas balai bambu besar Sambil bercerita tentang ajaran hidup yang sesuguhnya Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 99
- 100
- 101
- 102
- 103
- …
- 240
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.

















