Maafkan Aku Karya: Afrianti Maafkan aku paduka Aku menyadari bahwa engkau adalah pimpinanku Aku masuk ruangan dengan izinmu Salam terucap sebagai hormatku Aku memenuhi kriteria seorang tamu Dengan memperkenalkan diri Selengkapnya
Puisi
Denting Hujan
Denting Hujan Tung Widut Mendung menggelantung tiba-tiba Menghitamkan langit membawa angin Meliukan memohonan rindang sekalipun Ketika tak mampu bertahan Tumbang menyerang makluk diam Rintik hujan mulai menyapa Berlarian Selengkapnya
Menunggumu
Menunggumu Tung Widut Aku di sini Menunggu kedatanganmu Dalam setiap detak jantungku Dalam setiap helaan nafasku Dalam setiap langkahku Dalam setiap rasa hatiku Aku tahu Kedatanganmu sementara buatku Rinduku Selengkapnya
Lengking Pagi
Lengking Pagi Tung Widut Beroga berteriak membangunkan dekur Bersahutan dari segerombol pejantan Berjauhan saling melengking Memanggil pagi yang sudah waktunya datang Menyibak embun pagi saat gelap Kala semua Selengkapnya
Bulan Penuh
Rembulan Penuh Tung Widut Berlaksa purnama menunggu Dalam temaram kesunyian waktu Kini pertengahan bulan kembali datang tanpamu Kau masih nun jauh di sana Janji adalah sebuah janji Meminta harulah Selengkapnya
Keraguan
Keraguan Tng Widut Malam semakin larut Mata tak mau rela terpejam Sekalipun menjemput mimpi yang menjanjikan keindahan Terlena sudah dalam buaian angan Membelai keraguan akan ada Bersamamu tak mesti Selengkapnya
Bersamamu
Bersamamu Tung Widut Malam berhuas bulan penuh Purnama indah di nikmati berpadu alam Remang terlihat seyum sempurna Kedamaian ada pada pelukan Sambil bercerita masa depan demi kita Jemari digenggap tanda Selengkapnya
Sapa Malam
Sapa Malam Tung Widut Sebutir kata terlontar Rindu seketika terbayar Bunga di bawah sinar rembulan bermekaran Memancar wangi mengharumkan seluruh alam Bintang kemerlip bertaburan di atas langit Senyum simpul terlihat Selengkapnya
Cerita Malam
Cerita Malam Tung Widut Malam Angin bawa rundu ini padanya Hati terasa gelisah selalu Rembulan memaksaku memendam Menghibur dengan lagu senada angin tipis Menerpa dedaunan dalam gelap Bergoyang pelan tapi Selengkapnya
Jeritan
Wahai manusia Janganlah menyombongkan diri karena harta apalagi pangkat dan kedudukan Hidup di dunia hanya sementara Tidak ada yang abadi Wahai manusia Jadilah manusia yang beragama dan beraklak Jangan kau Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 102
- 103
- 104
- 105
- 106
- …
- 240
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.














