2024 aura kekuasaan memasung anak negri tidak semua hanya yang pernah berdasi sebegitu pentingkah kekuasaan tuan sampai mimpi pun dia berkicau Selengkapnya
Puisi
Sepertiku Tung Widut Muali matahari terbit Otot tulang telah begerak Menyiapkan kebutuhan keluarga Seiring rasa hangat sang mentari Terburu pada setiap waktu Berlomba dengan jarum jam yang hanya berputar Aku Selengkapnya
Renungan puisi karya Afrianti
Renungan Karya: Afrianti Renungan diri Entah apa yang kini terjadi Meluluhlantakkan kepingan hati Memupus semua mimpi Menghapus jati diri Seakan sedang menghadapi sebuah kompetisi Pentas politik para petinggi Entah Selengkapnya
Janji Malam
Hening Damai Tak ada suara Hanya cahaya rembulan menyambangi bumi Hatiku Hatimu Ada dua hati yang menyatu Dalam pekatnya malam beradu dalam janji Satu Hidupku Hidupmu Bersatu dalam Selengkapnya
Ayat-ayat Allah
Ayat-ayat Surga Tung Widut Pagi datang menjelang Langit masih pekat Hitam dengan rona lampu jalanan tanpa kedip Roda satu dua pasang mengelinding di aspal basah Kabut diam membuat malas Dari Selengkapnya
Puisi Kepingan Hati yang Terluka karya Afrianti
Kepingan Hati yang Terluka Karya: Afrianti Sekeping hati yang diporak-poranda Tercabik menahan rasa Berharap Alloh SWT memberi penawarnya Ulah sekelompok manusia Sungguh luar biasa Yang tak kuduga Ternyata benar adanya Selengkapnya
Aku pun Punya
Aku pun Punya Tung Widut Setisp pagi datang Kesegaran mekarnya bunga aneka warna Terpampang pada layar hp Menghiasi salam dari teman Keinginan mulsi dayang Mengajsk tangan lugu untuk belajar Merawat Selengkapnya
Biasa Saja, Puisi karya Afrianti
Biasa Saja Karya : Afrianti Aku bukan siapa-siapa Mereka berkuasa Aku apa adanya Aku tampil biasa saja Tidak ada yang istimewa Hanya manusia biasa Ciptaan- Nya Yang ingin tenang bekerja Selengkapnya
Mitos Mandalika
Demi kebaikan bersama Putri Mandalika mengorbankan diri dan menjelma menjadi cacing laut. Mandalika memiliki kemampuan evolusi yang melampaui teori Darwin. Awalnya dia adalah sang putri. Lalu demi kebaikan bersama sang Selengkapnya
Kenangan Biar Bersamaku
Langkahku terus ke depan, menapak asa menuju ke tempat tujuan Sesekali aku memandang ke belakang Senyumku terukir jika mengenang segala kemesraan yang ada Sesekali aku meneteskan air mata ketika mengenang Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 107
- 108
- 109
- 110
- 111
- …
- 240
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.













