Puisi: Secangkir Kepedihan

Secangkir Kepedihan Karya. Theresia Martini Malam, bolehkan aku mengeluh pilu? Matamu begitu tajam melihat deritaku Hingga aku terdiam dan terbungkam malu Tercampak dan tertunduk dilalap rindu  Malam, lihat bibirku yang

Milad hanya untuknya

  ‏ Saat kaki melangkah Sedikit bergegas menuju masjid Ponsel ku berdering Memaksaku menghentikan langkah kaki ku Saat itu, jumat siang Menerima panggilan yang mengagetkan “Wah pak Thamrin Dahlan meneleponku” benarkah

Dimana Aku?

Dimana Aku? Karya : Sim Chung Wei Mengarungi lautan ilusi terjebak Dalam realita semi berdiri di atas hal yang tak pasti berusaha menjadi kenyataan palsu Kesadaran Yang terguncang mempertanyakan jati

Tumbuh Semakin kuat

Tumbuh Semakin kuat Karya : Sim Chung Wei Di kesempatan hidup yang hanya sekali Bangkit menjadi manusia kuat memang perlu proses panjang berulang kali jatuh bangkit lagi dan semakin kuat

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.