Pada Suatu Malam Tung Widut Dingin pecah dengan sebuah pengumuman Tentang esok yang dikerjakan Sang penulis terlelap setelahnya Sebelum lengkap sudah terbaca Pertanyaanpun tanpa jawab Terjadi perdebatan anta penerima Tak Selengkapnya
Puisi
Puisi Afrianti
Kurajut Asa di Soeta Karya: Afrianti Tak pernah Kuduga Hayalan itu kini jadi nyata Lambaian tangan di Bandara Soeta Sekjen dua kali delay pesawatnya Aku berangkat mendahuluinya lewat pintu lima Selengkapnya
Tetes Air Mata
Tetes Air Mata Tung Widut Luka dalam dada tak terlihat adanya Perih tak dapat digambarkan Jeritpun tak mampu mewakili Sakit sangat sakit Air mata tak terasa mengalir Memanjang dari sisi Selengkapnya
Kembali Pada Malam
Kembali Pada Malam Tung Widut Larut menggelayut Diam dalam sarang yang terbalu gelap Layar kaya kembali menyala Walau mata sedikit dipaksa JanganĀ tidur telalu malam Kita sudah tuwa raga tak Selengkapnya
PENYESALAN
PENYESALAN Setiap hari tidak dapat kuprediksi Setiap gerak langkahku berdasarkan intuisi Haruskah aku melawan kehendak hati Berbuat sesuatu yang tidak dapat kunikmati Kadang satu hari itu aku tak Selengkapnya
Sendiri
Sindiri Tung Widut Sendiri dalam gelap malam Angan melayang dalam seharian Berjalan bersama sinar mentari Mulai dari ufuk hingga kebarat tenggelam Hanya sepi Sendiri Tak banyak arti Tak Selengkapnya
Puisi Senyap karya Afrianti
Senyap Karya: Afrianti Cerita itu belum berakhir Tapi, pemberitaan mulai menghilang Entah karena bosan dengan tema itu melulu Atau diam sejenak untuk kembali menyusun strategi Biarlah Aku tak peduli Aku Selengkapnya
Celoteh Nyakbaye, Sang Waktu
Detik terus berlalu Datangnya menit tak menunggu waktu Bergantinya hari menuju minggu Tak terasa bulanpun berlalu Aku masih termangu Waktu terbawa angin Banyak waktuku yang berlalu Aku tertinggal oleh Selengkapnya
Gemericik Malam
Gemericik Malam Tung Widut Terjaga Dari lelap yang membawa lelah ke peraduan Dekur keras tanda nyenyak Tak sadar tanpa mimpi yang berkelana Jeda dalam ingatan Pertengahan malam sayup terdengar Selengkapnya
Aku Melukis Langit
Aku melukis langit dengan emosikuKetika aku gembira maka langit kuwarnai dengan biruNamun ketika ku gundah kuwarnai langit jadi kelabuDan ketika ku kecewa, kutambahkan tube berwarna hitam
- Sebelumnya
- 1
- …
- 111
- 112
- 113
- 114
- 115
- …
- 240
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.














