Puisi Daeng Melfariza

Rindu yang tumpah Menggelitik jiwa setiap saat Tergambar raga dalam ingatan pada diri yang memuja Hasrat hati menjumpai dalam heningan malam Hingga kalbu tersirami Laksana hujan jatuh kebumi Berkali-kali kutepi

Puisi Daeng Melfariza

Panggung kehidupan Siang dan malam laksana seorang atlet yang berlari estafet Teratur dan terus berputar tanpa lelah Meski bumi semakin tua Setiap saat ia laksana ibu yang sedang hamil, mual,

Rasa Dahaga Ini

Rasa dahaga  ini adalah wujud cinta Illahi rasa lapar ini merupakan solidaritas sesama insani   stlah sebelas bulan mengumbar nafsu duniawi kini saatnya wahaii insani masuk kedekapan Illahi ramadhan membersihkan

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.