Kabut Pagi Tung Widut Mentari masih di peraduan Kabuteraja menari di awang-awang Memburamkan alam dengan kekuatan dahsyatnya Dingin membelai Merayu memeluk penikmat keindahan sejati Menyamarkan lampu jalan yang masih Selengkapnya
Puisi
Indahnya Bersamamu
Tung Widut Pertemuan sudah dipeluk erat Dengan senyum yang selalu mengembang Rindu telah terbayar Rasa syukur sudah digelar dalam setiap nafas Aku bersamamu sekarang Menikmati rintik kebahagiaan Walau bintang lenyap Selengkapnya
Pertemuan
Pertemuan Tung Widut Rindu sudah terbayar Senyum dan sapa telah datang Memeluk raga yang haus akan kenyataan Bukan hanya janji yang ada Bukti dipaparkan sampai senja Kehadiran yang sangat Selengkapnya
Menunggumu
Menunggumu Tung Widut Tak jemu sepanjang waktu Sendiri berdiam dalam sepi Menikmati kicau burungĀ yang serasa bisu Indahnya alam yang semakin kelam Menunggumu sebuah rindu yang selalu menggebu Siang terasa Selengkapnya
Rindu Itu Masih Ada
Rindu Itu Masih Ada Tung Widut Bertahun sudah Bulan dan bintang tinggal kenangan Tertutup oleh cerita cinta Sebersit datang cahaya Kala kembali melewati tempat kenangan Sinar sebersit kembali ada Dulu Selengkapnya
Lelah
Lelah Tung Widut Begitu cara menikmati siang Sinar terik tersa di sepanjang perjalanan Menyengat kulit tanpa ampun Mengucurkan keringat yang terbalut jaket tebal Membelah angin jalanan tak mampu mengeringkan Serasa Selengkapnya
KETIKA SAYA MUDA
KETIKA SAYA MUDA Ketika saya muda Saya pikir hidup itu sederhana Saya pikir teman itu setia Saya pikir rumah yang saya gambar dengan warna warni itu murah Ketika Selengkapnya
PUISI IBU
Untuk Emak⦠Ntah kapan terakhir kulihat senyum mu Senyum yang selalu menenangkanku Sedih, senang, bahagia, engkau selalu tersenyum Tak pernah kau tampakan kekecewaanmu Kutahu banyak hal yang kau harapkan Dari Selengkapnya
WHEN I WAS YOUNG
WHEN I WAS YOUNG When I was young I thought life was simple I thought friends were loyal I thought the house I drew In colors was cheap Selengkapnya
Meninggalkan Malam
Meninggalkan Malam Tung Widut Malam berlalu Setia menemani gelap setengah hari Lengkap dengan hiasan mimpi Dekur sebagai siri Malam pergi Tersingkir lambat oleh mentari Mengusik tidur untuk melepas mimpi Menyabut Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 119
- 120
- 121
- 122
- 123
- …
- 240
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.














