Kita Kataku Tung Widut Tentang diriku Maafkan bila salah Tak bermaksud sebegitu keseriusan hal serius Semua demi kita Kita kataku Yang sejajar diantaranya Mengenyapingkan status sosial pangkat derajat dan pekerjaan Selengkapnya
Puisi
Bunga Pagi
Bunga Pagi Tung Widut Harum semerbak menyambut pagi Membangukan mata tertidur pertanda hari Menyibak kabut tipis menyelimuti bumi Selamat pagi sapa dengan harumnya Menyusup di celah cendela sampai terdengar Selengkapnya
Hujan Gerimis dan Anak Bungsu
Hujan gerimis mengguyur bumiHawa terasa segar kembaliAku duduk mengamati hujanSambil benak berlalang buana
Pasan Mande
*Pasan* *Mande* Elok Dewi Kok pai marantau Elok elok dirantau urang Jaan sampai babuek salah Bapandai pandai upiaik dirantau urang Kana kato nan ampek Kato mandaki Kato manurun Kato Selengkapnya
IBU
Ibu Ribuan kilo jalan yang engkau tempuh Lewati rintangan untuk aku anakmu Ibuku sayang masih terus berjalan Walau tapak kaki, luka dan melepuh Seperti udara Kasih yang engkau berikan kepadaku Selengkapnya
Tetes Embun Pagi
Tetes Embun Pagi Tung Widut Mutiara bening bergelayut di ujung daun Dipagi segar setelah semalam hujan Kabut membalut alam temaram Mengaburkan tujuan di depan Dingin menusuk melawan perjalanan Membasuh wajah Selengkapnya
Mother
Mother Thousands of kilometers of roads that you take Pass the obstacle for me, your child My dear mother is still walking Even if the footprints, sore and blistered Like Selengkapnya
Ku Rindu Rindumu
Ku Rindu Rindumu Tung Widut Kabut pagi menyapa dingin Helai daun tersenyum hampa Tanpa sinar rembulan yang menemani bercuap semalaman Tidurpun berselimut rindu Mata tak mau terpejam sampai pagi Selengkapnya
KEPERGIAN Tung Widut Mengakui kesalahan Keras kepalaku tak akan membuat kau ada Pergi begitu saja meninggalkanku Semua sudah terlambat Aku sadari saat kau sudah bersamanya Bersanding bahagia dengan pilihan terbaik Selengkapnya
Ukiran di Atas Kertas
Ukiran di Atas Kertas Tung Widut Kertas putih di atas meja Beratus lembar tak terhitung banyak Menanti pena menari Meliukkan badan mengukir makna Ungkapan jiwa kepada mereka Para terkasih pada Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 122
- 123
- 124
- 125
- 126
- …
- 240
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.














