Puisi 38# Kesederhanaanmu

Kesederhanaanmu   Penampilanmu yang sederhana Tutur katamu yang bersahaja Bahkan dengan segala kekekurangamu Mampu menaklukkan hatiku   Usiamu yang masih belia Namun semangatmu yang selalu berkobar Tuk memajukan madrasah tercinta

Puisi 37# Mengingatmu

Mengingatmu   Mengapa sedetikpun aku tak bisa melupakanmu Kenangan indah yang kau torehkan dalam hatiku Membuatku serasa terbius oleh pesonaku Kau telah meluluhlantakkan hatiku   Kini hatiku hancur berkeping keping

Puisi 36# Mengenalmu

Mengenalmu   Mengenalmu membangkitkan beribu asa Mengobarkan sejuta harapan Tuk masa depan penuh kebahagiaan Membangun rumah impian   Aku berlabuh dalam hatimu Aku merasuk dalam jiwamu Aku mendekat dalam pelukanmu

Puisi 35# Teman Baru

Teman Baru   Pagi ini aku terhenyak Mendapat pesan lewat watshap Seseorang yang belum ada namanya di ponselku Dia menawarkan pertemanan   Awalnya aku merasa ragu Terbersit segudang pertanyaan yang

Puisi 34# Kumandang Takbir

Kumandang Takbir   Di akhir Ramadhan tahun ini Meski di tengah suasana pandemi Tak luruhkan semangatku Menyambut Idul Fitri   Kumandang adzan magrib petang ini Pertanda berakhirnya bulan Ramadhan Dari

Puisi 33# Zakat

Zakat   Sisihkan sebagian harta milikmu Berikan kepada yang membutuhkan Agar hartamu bersih Terbebas dari hak fakir miskin   Zakat yang kau berikan Akan memudahkan jalanmu Akan melicinkan rezekimu Akan

Puisi 32# Ki Hajar Dewantara

Ki Hajar Dewantara   Engkau adalah sang pelopor Munculnya sekolah bagi kami Anak-anak pribumi dan rakyat jelata Demi kemajuan bangsa   Tanpa perjuanganmu Apalah artinya kami Mungkin saat ini tak

Puisi 31# Kehidupan Desa

Kehidupan Desa   Dalam kehidupan desa yang sederhana Kugantungkan cita-citaku Di atas langit yang biru Ku tak ingin selalu tertinggal   Semangat selalu tersemat di hati Demi meraih cita-cita yang

Puisi 30# Dinding Kayu

Dinding Kayu   Rumah kecil di pinggir desa Kaulah tempat aku berada Sejak lahir hingga dewasa Saat sedih maupun bahagia   Dinding kayu rumah pinggir desa Sebagai saksi perjalanan hidupku

Puisi 29# Rindu

Rindu   Aku sungguh sangat merindu Pada seseorang nan jauh di sana Menahan rasa sejak dahulu Sekian lama aku menahan derita   Hati serasa tersayat sembilu Karena engkau tak kunjung

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.