tidak masalah nama hilang asalkan bukan jasad toch hanya di kertas biarlah nama hilang asalkan bukan roh toch masih ada di katepe oh dalam berkas tuntutan berpikirlah jernih Selengkapnya
Puisi
GURUKU
3 November 2021 Celoteh Anak Melayu Pesisir Pulau GURUKU Guruku Aku dari butanya malam tlah menjadi terang Dari tak kenal diri menjadi kenal diri Tak tau diri jadi tau diri Selengkapnya
Kesombongan
1 November 2021 Celoteh Anak Melayu Pesisir Pulau (RAJA ZAINOL AFANDI,S.Pd.SD KESOMBONGAN Redup awan kian meluntang lintang Menangis tak berairmata Sesal meratap buta penuh dunggu Moral tak berilmu membusuk Selengkapnya
Hujan, Ayahku
Seperti baru kemaren, kau ada untukku Mentatih diriku, mengajar berjalan sampai aku bisa berlari ke ujung mentari Senjamu datang, menyonsong masa mudaku Beribu hari kau ada membimbingku, mencari asa dalam Selengkapnya
Jabatan Buta
31 Oktober 2021 Celoteh Anak Melayu Pesisir Pulau JABATAN BUTA Jabatan, tahta, harta membuat kita buta Kuasa seakan dalam genggamannya Lupa pada yang kecil kerdil bukan panglima Tersungkur dalam perintahnya Selengkapnya
Ceoteh Anak Melayu Pesisir Pulau
31 Oktober 2021 Dengarkan Aku Sebentar Saja Rupa tak sama Lentera wajah juga berwarna Hati juga tak sama tuk menilainya Itulah pandangan terisi makna Aku, kamu juga dia Sama Selengkapnya
Celoteh Anak Melayu Pesisir Pulau
20 Oktober 2021 Jangan Salah Memilih Imammu Hidup saling berpasangan Bercengkram menopang lantera drama Ada suka, juga duka merana Ada mesra,juga durjana Jika jodoh tlah menerpa Kulit halus terlihat Selengkapnya
Ayah
Punggung kokoh itu telah tiada Aku rindu dengan semua cerita tentangnya Beri kesempatan untuk melihatnya kembali Aku butuh dadanya, berkeluh kesah melepaskan resah di dada Jika aku masih bisa Selengkapnya
Keceriaan
Kecerian Tung Widut Libur hari Minggu Suka ria disambut sang kaki munggil Hari menari bertemu dengan teman Ceria dengan canda tawa Berlenggok dengannirama gamelan Bertalu dari awal hingga kaki melangkah Selengkapnya
Senja Temaram
Senja Temaram Tung Widut Kumandang adan menenggelamkan mentari Perlahan menyisup di ballik gunung menjulang Sinar jingga merona menghiasi cakrawala Kaki para petani menapaki pematang Memanggul seikat rumput di atas Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 134
- 135
- 136
- 137
- 138
- …
- 240
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.














