Harapan Bersama Doa Tung Widut Matahari pagi berjanji Menerangi bumi seharian nanti Walau mendung mengancam menutupi Tetap akan penuhi janji Begitu juga usaha ini Mewujudkan tekat demi tekat Yang terasa Selengkapnya
Puisi
SAYANG DAN TAKUT
Sayang Sangking sayangku Kau bagaikan minyak yang penuh kau ku tatang Sepenuh hati-hati tak berbagi pada yang lain Takut sangking takutku Kemana jalanmu melangkah ku turut Kau ku lepas penuh hati-hati Selengkapnya
Semangat Tetap di Dada
Semangat Tetap di Dada Tung Widut Hari ini Hari bersejarah bagi bangsa kami Bangsa besar ynag tercipta dari otot perjuangan Bangsa yang didirikan demi kemerdekaan Kebebasan dari belenggu Perlahan mereka Selengkapnya
Celoteh Anak Melayu Pesisir Pulau
28 Oktober 2021 SUMPAH PEMUDA Malam ini bertepatan hari Sumpah Pemuda Takala pejuang negeri ini merangkai sebuah kata Tersirat tersurat penuh makana Bagi putra dan putri penerus bangsa Wahai Selengkapnya
Pertemuan
Pertemuan Tung Widut Sejuta hari terlewati Cerita yang dulu terurai tersembunyi Kenangan perih telah terpatri Gusar hati masih membekas Kembali ceritakan kenangan keindahan Masa lalu yang menjadi cerita Keasyikan Selengkapnya
Kesederhanaanmu Merajut Jiwa Ragaku
26 Oktober 2021 Celoteh Anak Melayu Pesisir Pulau Tujuh belas tahun tak terasa Tubuhku sudah mulai lelah dahaga Keriput mengukir makna cinta Nafas berpaut dalam sarang jiwa Rasa kasihmu Selengkapnya
DOA
Ku peluk malam dalam munajat doa bergema menyusun menyulam kata dalam semua asa Untaian kata merajut makna tiada tara Aku larut dalam doa malam panjangku Ku panjat pagi meninggalkan Selengkapnya
KETIKA ANAK BERKEHENDAK
Jika kehendak sudah di kepala Segala rasa adalah sama Akan ku kota apa dirasa Tak ada kata penghalang rasa Akan ku katakan iya Walau kau katakan jangan Menyesali emak Selengkapnya
Celoteh Anak Melayu Pesisir Pulau”JAUHI NARKOBA”
25 September 2021 JAUHI NARKOBA Wahai pemuda pemudi negeriku Engkau penerus negeri tuah sakti Jangan kurung tubuhmu Atau menyiksa dirimu Dalam senja kabut kabut malam Wahai pemuda pemudi negeriku Selengkapnya
Celoteh Anak Melayu Pesisir Pulau “Terimalah Tobatku”
24 Oktober 2021 Terimalah Tobatku Malam yang sunyi jauh tenggelam Mati tiada retak detak suara Aku berserah diri pada-Mu Hanya ada aku dan dia “Allah” Menyadari bahwa aku manusia jelata Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 135
- 136
- 137
- 138
- 139
- …
- 240
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.












