Pantun Nasihat 24, Karena Menulis Aku Ada (KMAA) Oleh: Mujiatun, S.Pd. Tantangan Menulis 40 Hari di Blog YPTD, (12 September 2021) 69# ISTIMEWANYA IBU Merebus daging harus lunak Merebusnya di Selengkapnya
Puisi
Pantun Nasihat 23, Karena Menulis Aku Ada (KMAA)
Pantun Nasihat 23, Karena Menulis Aku Ada (KMAA) Oleh: Mujiatun, S.Pd. Tantangan Menulis 40 Hari di Blog YPTD, (11 September 2021) 67# CURAHAN KASIH IBU Ke pasar membeli jambu Harga Selengkapnya
Pantun Nasihat 22, Karena Menulis Aku Ada (KMAA)
Pantun Nasihat 22, Karena Menulis Aku Ada (KMAA) Oleh: Mujiatun, S.Pd. Tantangan Menulis 40 Hari di Blog YPTD, (10 September 2021) 65# BERBAKTI KEPADA IBU Ke bengkel menambal ban Tidak Selengkapnya
Pantun Nasihat 21, Karena Menulis Aku Ada (KMAA)
Pantun Nasihat 21, Karena Menulis Aku Ada (KMAA) Oleh: Mujiatun, S.Pd. Tantangan Menulis 40 Hari di Blog YPTD, (9 September 2021) 63# DOA IBUNDA Renda indah karena disulam Selengkapnya
Masa Muda
Masa Muda Di bahunya terletak harapan dan kepastian Terpampang nyata simbol kekuatan Segala upaya mampu dilakukan Lahirlah kata perjuangan Bangga menyusup jiwa Kekuatan masih bertahta Merasa hebat dan paling bisa Hingga Selengkapnya
Rinai dalam Kenangan
Sumber gambar https://pin.it/4J4DknH Rinai dalam Kenangan Ketika sunyi menghampiri Aku teringat rinai Rintik-rintik perlahan-lahan membasahi bumi Aku menunggu dengan gelisah Dengan segala resah Rembulan masih tersenyum Menyinari pekatnya malam Menit Selengkapnya
Pagi, Aku, dan Secangkir Teh Hangat
Maaf bila kemarin aku sudah meminjam matamu Untuk menekuri abjad-abjad absurd yang kukirim Membuat gawaimu penuh keluh kesah serapahku Menjadikanmu sebagai sampah cerita sumbangku Hingga malam membiarkanku tanpa mimpi Maaf, Selengkapnya
Jurang,…
jurang itu sebenarnya sudah ada sejak dahulu kala ditengah kita nan berbangsa dan bernusa jurant pemisah budaya jurang takdir manusia yaitu perbedaan beragam beda beda agama beda suku beda ras Selengkapnya
Cermin
Cermin : Kharir Hatta Bertahun engkau bersama dalam persahabatan Perangaimu riang Jarang engkau muram apalagi murung Wajah cerah mudah senyum Kini engkau pecah terbelah Kegembiraan berserak Selengkapnya
Mendaki Bukit Baca
Di sebuah perbukitan kecil di atas sana Ada sebuah pondok yang sering nampak sunyi Namun mengapakah tak pernah padam nyala pelita Kala malam tiba di setiap masa Pada waktu Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 174
- 175
- 176
- 177
- 178
- …
- 240
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.












