Abrasi : Kharir Hatta Mentari sebentar tercebur ke laut memamerkan pipi merah-jingganya Percik ombak terasa dingin Hembusan ke tepian menyisip di sela sayap camar Sesekali ia Selengkapnya
Puisi
KMAA 18* Ayam Kampung
Ayam negeri tinggal di kampung Jadilah si ayam kampung Berkembang biak beranak pinak Lama-lama menjadi banyak Sungguh bahagia sang petani Modal tidak butuh banyak Cukup diberi makan setiap hari Selengkapnya
KMAA 17* Pisang Ambon
Setandan pisang ambon Mulai menguning masak di pohon Terasa segar dan manis di lidah Mudah didapat di mana saja Setandan pisang ambon Hasil panen kebun kami Mengandung banyak nutrisi Selengkapnya
LARIK-LARIK KEHIDUPAN
MANIAK MANCING Oleh : Tini Sumartini Kesukaan yang sangat Untuk urusan lain tak sempat Enggan beranjak dari tempat. Sepanjang siang dan malam Kau habiskan waktu dalam diam Matamu tajam amati Selengkapnya
POHON LONTAR
POHON LONTAR Pelepah lebar berdaun kipas lebar tiga meteran Optimal tinggi pohon mencapai 30 m dengan batang tunggal dan keras Hidup di daerah kering, tandus, dan berbatu Orang terdahulu memanfaatkan Selengkapnya
Rindu Tengah Malam
Rindu Tengah Malam Tung Widut Meraung hati terbang di atas langit Menapaki malam sunyi tanpa suara Detak jantung berdegup bak di telinga Sama suara jarum jam di tembok ruang tengah Selengkapnya
Celoteh Anak Melayu Pesisir Pulau ” Terbolak Balik “
Terbolak Balik Dunia tempat persingahan Menggikuti episode cerita Di arena panggung sandiwara Ada watak baik maupun buruk rupa Kejam menerkam tanpa alasan Lemah lembut bertauladan Dalam meniti perjalan Mengejar Selengkapnya
Intim
Intim : Kharir Hatta Siapa aku? Siapa aku di luar? Siapa aku di dalam? Siapa kita? Kenal dan akrab dengan orang lain bisa mudah; bisa susah Kenal Selengkapnya
Sajak Literasi Untuk Ayah Bunda
Ibu, bagaimana caraku membaca ini Aku ingin bisa agar tahu banyak hal di bumi Namun mengapa sulit mengeja tiap kata dalam cerita Mungkinkah aku bisa membaca pada akhirnya Ayah, Selengkapnya
Tentang Hati
Tentang Hati Bagaimana aku harus menulis kisahku hari ini? Jika kemarin kulewati hari yang takpasti Rentetan peristiwa seakan menikam hati Pilu dan perih masih tersisa di sanubari Pada suatu kesempatan Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 175
- 176
- 177
- 178
- 179
- …
- 240
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.










