Malam belum gelap di sana Cerah nampak di angkasa Rembulan telah nampak Menyapa anak-anak Mereka berkejaran menuju perpustakaan keliling Entah mengapa baru datang jelang malam Ada apakah gerangan terjadi Selengkapnya
Puisi
Di Ujung Waktu
Di Ujung Waktu : Kharir Hatta Mendengar suaramu mengalun merdu Menggugah naluri untuk segera bertemu Bersamamu seakan waktu tak berlalu Menyusuri jengkal demi jengkal cerita kita Selengkapnya
Senja Ini Kau Telah Pergi
Senja Ini Kau Telah Pergi : Kharir Hatta teruntuk Cathy Bersamamu lalui hari merangkai cerita Telah kutuliskan untukmu satu puisi pelipur duka Untaian pilu kisahmu Menunggumu Selengkapnya
KMAA 1* Selamat Ulang Tahun
Selamat ulang tahun putri kecilku Hari ini pada masa PPKM darurat Hari yang penuh dengan harapan Di bulan meraih kemerdekaan Meski dengan perayaan yang sederhana Namun aku ingin kamu tahu Selengkapnya
Pantun Nasihat 8, Karena Menulis Aku Ada (KMAA)
Pantun Nasihat 8, Karena Menulis Aku Ada (KMAA) Oleh: Mujiatun, S.Pd. Tantangan Menulis 40 Hari di Blog YPTD, (27 Agustus 2021) 29# DOA UNTUK IBU Jalan-jalan ke Kalipapan Selengkapnya
Malam Telah Berlalu
Malam Telah Berlalu Tung Widut Kokok ayam mengurai petang Perlahan pepohonan terlihat menghijau Hitam pergi tergeser mentari Terlihat merah menantang menerangi Ayat Allah terdengar merebak bersahutan Pengeras surau penyampaikan Selengkapnya
Danau Biru
Danau Biru : Kharir Hatta Air danau ini tak sebening dulu Ia ‘tlah bercampur aneka rupa noda Dahulu, ia menjadi sumber cerita Putri Mayang Putri Danau Biru Selengkapnya
Untukmu
Untukmu : Kharir Hatta Sore ini kubawakan untukmu setangkai mawar Kusinggahi taman, ladang, dan hutan Demi bunga impianmu Kini, lambang ketulusan dan kemurnian itu ‘tlah layu Selengkapnya
Separuh Jiwaku Pergi
Separuh Jiwaku Pergi Oleh: Wiwi Widiastuti Sujudmu dalam tahajud menjadi saksi Langkahmu menyusuri jalanan sepi menjadi saksi Masjid yang kau singgahi dan jamaah subuh menjadi saksi dimulainya aktivitasmu sehari-hari Selengkapnya
Bercengkerama Menuju Takdir-Nya
Bercengkerama Menuju Takdir-Nya Oleh: Wiwi Widiastui Takdir membawaku menuai rindu Tak peduli senja merunduk sendu Di tepian senja merenda malam Meniti sepi dalam kelam Sepasang takdir berpaut nadir Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 192
- 193
- 194
- 195
- 196
- …
- 240
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.











