Tujuhbelasan

Tujuhbelasan ini seperti tahun sebelumnyakita merayakan hari kemerdekaan secara virtualKita tak bisa mengadakan sarasehan tujuhbelasandan menyantap tumpengan bersama-sama

Senja dalam Sepi

Senja di Hati Sepi Tung Widut Rona senja gemulai bercerita Tentang deru roda yang rindu rumah Jarak beribu jarak penghalang Tak mampu menyapa dengan sebutan sayang Berat rasa di dalam

Cerita Pagi

Cerita Pagi Tung Widut Surya belum berkata Tersembunyi jauh didalam gelap Dingin tersenyum menyambut mata terbuka Semangat kan raga tegak berdiri Korbarkan api bahagia hari ini Dengan senyum simpul menyapa

Doa Sang Pemuda Tung Widut Syukur terucap dadi bibir Pemuda pemburu ilmu di layar bercahaya Sejuta harapan mewarnai angan Sebuah kesuksesan di masa datang Tengah malam dihiasi doa Bersama gelap

Merahkan Darahku

Merahkan Darahku Tung Widut Corona membuat sepi ulang tahunku Merenggut paksa keceriaan pesta Mensenyapkan penjuru negri Diam tanpa basa basi Riuh ceria yang dulu ada Bingar disetiap detik mewarnai pecinta

Panggilan dari Balik Kabut

Panggilan dari Balik Kabut Tung Widut Pagi dingin pekat Matahari masih engan menampakkan diri Bersiap di ufuk timur gunung masih tertidur dalam buaian  hitam Suara lantang bersahutan dari pengeras Menggerakkan

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.