Pejuang Pagi

Pejuang Pagi Tung Widut   Embun basah perlahan turun Menjadi bunga titik air yang kadang beku Membasahi bulu mata yang melesat bersama roda Menyibak tirai kabut pagi dalam dingin Titik

Menunggu Sampai Garis Batas

Menanti Sampai Garis Batas Tung Widut Sehari matahari menyinari bumi Tentu lelah terasa Angin menerpa dedaunan hijau sampai jauh Sambil membawa berita Di dunia hiruk pikuk nafas berlomba dengan waktu

CEMASKU

CEMASKU By: Sri Sugiastuti Kala senja tiba hati sibuk bicara Mengapa kau tak bisa pura-pura Mainkan saja satu episode sandiwara Kau hadirkan hiruk pikuk di kalbu Tak kuasa kuredam agar

MENULIS

Ilustrasi: health kompas.com KUGERAKKAN JEMARI MENARIKAN PENA MELIUKKAN APIK DI ATAS TABULARASA PADUKAN AKSARA VOKAL DAN KONSONAN CETUSKAN NALAR PUN RASA TERPENDAM   KURANGKAI JADI KATA BERMAKNA KUUNTAI KALIMAT MENGALINEA

Rasa yang Terjeda

Rasa yang Terjeda Tung Widut Semua akan berlalu satu persatu Menapaki hari nyata yang tak pernah bisa di tepis Juga berjumpa denganmu Takdir telah ada tanpa terelakkan Tak kusadari pertemuan

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.