Ketika matahari baru menyapaUdara masihlah segarSecangkir teh poci di mejamemberikan suntikan tenaga
Puisi
Pejuang Pagi
Pejuang Pagi Tung Widut Embun basah perlahan turun Menjadi bunga titik air yang kadang beku Membasahi bulu mata yang melesat bersama roda Menyibak tirai kabut pagi dalam dingin Titik Selengkapnya
Sop Domba untuk Jiwa Muram
Terhidang semangkuk sop hangatAromanya menggugah seleraPenampilannya juga tak kalah menggodadengan hijau bawang daun dan merah tomat
Dua Karakter yang Bersatu
Dua Karakter yang Bersatu Oleh : Soleh Setiyowati Lima belas tahun yang lalu Engkau datang padaku Membawa seribu satu asa ‘tuk bahagiakanku Saat itu aku masih sendiri Tak Selengkapnya
Mendoan Hangat Camilan Sedap
Langit Jakarta begitu gelapSebentar lagi akan turun hujanDeras begitu derasnyaHawa pun jadi adem tenan
Menunggu Sampai Garis Batas
Menanti Sampai Garis Batas Tung Widut Sehari matahari menyinari bumi Tentu lelah terasa Angin menerpa dedaunan hijau sampai jauh Sambil membawa berita Di dunia hiruk pikuk nafas berlomba dengan waktu Selengkapnya
CEMASKU
CEMASKU By: Sri Sugiastuti Kala senja tiba hati sibuk bicara Mengapa kau tak bisa pura-pura Mainkan saja satu episode sandiwara Kau hadirkan hiruk pikuk di kalbu Tak kuasa kuredam agar Selengkapnya
MENULIS
Ilustrasi: health kompas.com KUGERAKKAN JEMARI MENARIKAN PENA MELIUKKAN APIK DI ATAS TABULARASA PADUKAN AKSARA VOKAL DAN KONSONAN CETUSKAN NALAR PUN RASA TERPENDAM KURANGKAI JADI KATA BERMAKNA KUUNTAI KALIMAT MENGALINEA Selengkapnya
Rasa yang Terjeda
Rasa yang Terjeda Tung Widut Semua akan berlalu satu persatu Menapaki hari nyata yang tak pernah bisa di tepis Juga berjumpa denganmu Takdir telah ada tanpa terelakkan Tak kusadari pertemuan Selengkapnya
Bila Kucing Tidur Siang
Selepas Ashar para kucing bergelimpanganMereka di lantai tidur nyenyakSeolah-olah kelelahan
- Sebelumnya
- 1
- …
- 205
- 206
- 207
- 208
- 209
- …
- 240
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.














