Hujan Malam Tung Widut Kesegaran yang dirapkan tiba Rintik hujan sebentar menjadi deru kesegaran Makin menjadi seirama gericik air dari sela genting Sejuk merasuk menembus tulang Tak bisa dinikmati bulir Selengkapnya
Puisi
Bayangan di Kaki Senja
Bayangan di Kaki Senja Tung Widut Terlihat bayangmu kala senja Berdiri memandang jauh ke alam bebas Menyapa matahari yang akan meninggalkan siang Keperaduan karena malam telah datang Terlihat bayangmu kala Selengkapnya
Kebebasan
Kebebasan Tung Widut Sisihkan empat windu kekangan Dengan hati luka menerjang kawat berduri yang melingkar di jari manis Batalkan janji suci yang penuh kepalsuan Tak lagi ada rindu yang membuat Selengkapnya
Kebersamaan Terakhir
Kebersamaan Terakhir Tung Widut Sederhana tapi mengena Akhir sebuah perjuangan di bangku kelas Akhir sebuah gelauan nilai dalam selembar kertas Sadar kebahagiaan sementara Sebagai ungkapan rasa Membuka mata untuk masa Selengkapnya
Mengapa Malam
Mengapa Malam Tung Widut Gelap merangkak di ufuk barat Mengurai pekat yang nanti akan datang semakin dalam Tak kan ada rembulan dalam cerita semalam Hanya bintang bertaburan gemerlip tersenyum manja Selengkapnya
Malam Tanpa Cinta
Malam Tanpa Cinta Tung Widut Memuja rembulan yang tak hadir Bintang sembunyi di balik awan Lenggang di bumi lengang di langit Hanya terdengar jengkerik malam Memanggil burung untuk mengepakkan sayap Selengkapnya
Burung Malam
Burung Malam Tung Widut Mengepakkan sayap membelah gelap Sendirian bercuit unjuk diri Salahkah dia saat membanggakan suaranya Mengapa mereka bertanya namanya Saling cerita sejak kedatangannya Merasa risih adanya Tak suka Selengkapnya
Kehilangan Muka Lapor Kemana
dia kehilangan muka maka di carilah muka baru di gelari pencari muka lebih tepat : cari muka ***** dia kehilangan muka di hadapan masyarakat ‘krna dia suka berdusta tidak bisa Selengkapnya
Mahkota Sang Penulis
Mahkota Sang Penulis Tung Widut Perlahan kata demi kata ditoreh Pada layar kaca bercahaya Setiap detak jantung mulai merajut Cerita yang dikais dari mata hati Perlahan kata terukir di selembar Selengkapnya
TERIMA KASIHKU
Hari ini empat tahun yang lalu Engkau lahir bagiku, bagi kami Terlahir dengan haru dan pilu Lewat perjuangan penuh darah, penuh lirih Kini kau menjadi induk semang Induk semang Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 207
- 208
- 209
- 210
- 211
- …
- 240
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.
















