Subuh

Malam Berakhir Sudah Tung Widut Menggema panggilan umat Dari rumah Allah yang tersebar Perlahan mata terbuka menyambutnya Satu persatu umat berdatangan Gemericik air dari kran surau Jalanan lengang kadang terbelah

Menitik Malam

Menitik Malam Tung Widut Sepi meraja dalam gelam Tak setitik bersinar dilangit  gelap Bulanpun tak terlihat Pekat telah menanti di peraduan Layar lap top masih menyala terang Seakan di usir

Pertemuan Pertama

Pertemuan Pertama Tung  Widut Karisma terpancar dari senyuman Di balik masker tertangkap dengan rasa Setiap eja kata  santun terdengar Terbersit jiwa santai bak angin pantai mendamaikan Seribu harapan sejuta angan

Berkerumun

Berkerumun Tung Widut Bersama dalam ruang Saling bercerita tanpa batas Tak ada sekat berarti Gembira bersama menjadi alasan Melupakan sebentar soal pandemi Atau tak pernah ada dan sudah sirna Tanpa

Secangkir Teh Hangat

Secangkir Teh Manis Tung Widut Malam makin larut Sepi menggelayut bercerita sendirian Diantara gulita menelan cahaya mentari Hitam menghilangkan pandangan kita Kaki terlalu pegal Jalan seharian tanpa jeda Pintu rumah

Terejam Hari

Terejam Hari Tung Widut Kata manis terucap dengan bibir yersenyum masyuk setiap irang yang mendengar Hati bertauta dalam ruang persahabatan Tetap hangat walau petir telah menyambar Hujan badai sebagai hiasan

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.