Permainan Pagi Tung Widut Tertawa kecil jingkrak ceria Mulai matahari menyinarikan cahaya pagi Dingin pedesaan tak lagi kala itu Tak kan terasa di setiap lembar kulit ari Mata terbuka Selengkapnya
Puisi
Kasih yang Terlupa Tung Widut
Kasih yang Terlupa Tung Widut Kedatangan mengiringi awan Semilir menyibak kasih yang dulu⊗ pernah terukir Di bebatuan cadas tak berujung Pelan hilang menemani masa Angin mengingatkan memori lama Tentang sebuah Selengkapnya
Terlepas
Kenangan Tung Widut Tak hanya mengenang dalam hidup Satu diantara orang tercinta Yang paling menyayangi tiada dua Hati yang selalu sejalan tak berbeda Walau terbentang garis merah diantara Selengkapnya
Biduk Yang Menepi
Biduk Yang Menepi Tung Widut Norma sudahlah ada Tak tertulis dalam nafas kehidupan ini Tertoreh memadu dalam jiwa kehidupan alam Berjalan dalam setiap langkah dan pikiran Sakit hati kesetiaan Selengkapnya
Simulasi US Hari Pertama
Simulasi hari pertama dimulai Para siswa pun tampak bereaksi Mengerjakan soal itu pasti Agar hasil memuaskan hati Penerus bangsa, pandemi belum berakhir Pastikan protokol kesehatan kau taati Jangan berlagak Selengkapnya
Merangas
Meranggas Tung Widut Hamparan senja samar terhalang Mendung tipis sisa hujan Langit semburat jauh di atas pemandangan Cahaya jingga sedikit malu-malu Menyambut sore dari mata petani pulang Pohon sendirian Selengkapnya
Biduk Cinta yang Hampir Karam
Biduk Cinta yang Hampir Karam Tung Widut Kebersamaan meraih kebahagiaan Semu adanya saat corona menyusup tak terlihat Doa bukan satu-satunya senjata Tetap patuhi aturan kehidupan nyata Tak perlu menyalahkan Tujuan Selengkapnya
Satu Persatu
Satu Persatu Tung Widut Wabah sudah tak tentu arah Dari sudut-sudut indah Menyerang dengan lembut tanpa rayuan Satu persatu merasakan Seluruh badan di kausainya Lulai pun melanda antara tulang Selengkapnya
Merpati Kecil
Merpati Kecil Tung Widut Pagi merangkak perlahan Menyibak tirai gelap yang menutupi keindahan alam Mata perlahan terbelalak Mendengar ayam jantan berkokok kesiangan Semerbak harum sampai pojok kamar Mengusir Selengkapnya
Tuhan Tolonglah Aku
Tuhan Tolonglah Aku Sabar ini harusnya tak berbatas Seperti luasnya sang samudra Namun nyatanya kepedihan tak mampu membendung kesedihan Yang semakin membuncah Seakan sembilu mencabik-cabik relungku Lalu mengoyaknya… Dan menjadikan Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 211
- 212
- 213
- 214
- 215
- …
- 240
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.













