Sehimpun Darik Perjalananku

Ungkapan Jiwa Masa lalu Oleh : Ambu Guru Aku tak bisa pahami Lomba, mengukur prestasi guru Haruskah diperlihatkan seperti itu? Hanya  dengan lembaran kertas? Sementara, Kulakukan tugasku Demi janji bakti

Jerit Dalam Hati

Mata lelah rajai malam seperti biasa Tatap nanar pada dua buah hati pelipur lara Dua jiwa perantara dia ada di tiap waktunya Reguk manis hari perwakilan semua rasa Malam masih

Dalam Bayang Semu

Bertambah seri raut wajahmu Duplikat iras bahagia dalam berkah yang penuh Tawa hias tangismu yang habis Mewarnai sendi kehidupan bertumbuh meski tak rata Menyebarkan aroma wangi penuh satu demi satu

Kata Mereka

Teratasi dengan mudah yang difikir susah Satu demi satu beri jawaban jelas Yang tersembunyi terkuak buat nyaman siapa saja yang melihat Menggilas benang merah penuh rahasia Buang ragu buat ceria

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.