Petualang Malam

Masih tenang di ufuk timur beri lambai tanganmu Datang perlahan menghasut apa saja Tapi tidak hari ini Seolah seyum tertahan di balik licikmu Atur nafas beri jeda fikir tentangnya Berbentuk

Diammu, Lukaku

Setiap diammu menyiksa; menggoreskan  luka; kini hari-hariku tinggal menghitung duka; ini hukuman tak terkira; oleh hilang percaya; izinkan aku diam pula; sampai  mengering luka yang ada. Menjaga sepanjang usia; satu

Berkah tak terdugaMu

Tanpa sadar angin menerpa lembut Langkah kaki perlahan tinggalkan jejak Pandang ke depan terawang yang didamba Bukan khayal, ingin nyata berawal doa Bau harum semerbak sesaat lupakan duka Kehangatan menjalar

Terus Saja

Tak akan pernah berpaling dari kenangan Masih berdarah luka yang tak akan terlihat oleh siapapun Penuh senyum palsu dilema memburu Kado semu terbiaskan sedih yang temaram Bukan maksud ingin tumbuhkan

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.