Biarkan Dia

Dia masih ada meski berada di sana Mengawasiku dan menunggu saatnya Berkomat-kamit mengulang kata Fikirnya hal buruk menjadi baik untuknya Dia terlihat biasa dan tak sabar ingin berjumpa Benci di

Klise

Pada masa itu, manusia, malaikat, iblis pernah tinggal di surga Tiada nikmat selain bisa bertemu dan bermunajat bersama Lalu Tuhan memberi pengetahuan kepada manusia yang menjadikannya lebih baik dari keduanya.

Gelap dan Angin

Sepertinya pohon diam membeku pasrah Menyaksikan sekumpulan awan bergerak mendekati Sejuk semakin menggigil kedinginan Berharap hujan namun yang menyenangkan Berkata sang angin kepada langit Ajak kilat melihat-lihat taman Penuhi bunga

Cantik Asyura

Tangis terdengar di awal pagi Buka lembaran putih tiada noda Buat goresan cinta penuh kasih Semburatkan merah pipimu laksana delima Kuning langsat sebarkan aroma semangat Bulat bola mata kerlingkan impian

Anak Emas

  Anak emas siapakah dikau sayang anak disayang anak di pangku anak belai kenapa dikau begitu di cinta   anak emas bagaimana dengan anak anak lain mungkinkah  ada  anak perak

Puisi Akrostik

DIARYKU, 2 Februari Puisi Akrostik Edisi ke – 2 Tema Kehilangan untuk puisi akrostik kali ini saya membuat kalimat “Kehilangan Seorang Kekasih”. Lewat puisi akrostik kita dapat memaparkan perasaan tentang

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.