Puisi 12: Menikmati Tarian Jiwa di atas Kanvas Rindu Menikmati tarian jiwa di atas kanvas rindu begitu hangatnya tersiram rayuan cintamu merebahkan raga dalam pangkuan kasihmu mengusir resah dalam gelitik Selengkapnya
Puisi
Puisi 11: Nyanyian Jiwa Senada Rinai Gerimis
Puisi 11: Nyanyian Jiwa Senada Rinai Gerimis Jiwa lelah meminta bagai pengemis Luka mendera terasa perih teriris Saat angan yang indah megah terlukis Namun terimpit dalam sekat jiwa apatis Raga Selengkapnya
Puisi 10: Kala Fajar Menyingkap Selimut Langit
Puisi 10: Kala Fajar Menyingkap Selimut Langit Kurasakan dingin menyapa kala fajar menyingkap selimut langit Sayup melodi alam hadir dalam seruan burung yang berdecit Gelitik bayu berhembus menggetarkan nadi pepohonan Selengkapnya
Puisi 9: Aroma Kopi Mengecup Kenangan Cinta Menyapa
Puisi 9: Aroma Kopi Mengecup Kenangan Cinta Menyapa Di kafe kecil, senja memeluk cerita, meja dan kursi berbisik mesra. Secangkir kopi menghangatkan rasa, menjadi saksi cinta yang mulai menyala. Lampu Selengkapnya
Puisi 8: Pelangi Jiwa Menyulam Warna di Langit Sunyi
Puisi 8: Pelangi Jiwa Menyulam Warna di Langit Sunyi Dalam hening jiwa, terbitlah senyum yang bercahaya, Seperti pelangi memeluk langit yang sepi dan merana Kata- kata berbisik lembut, mengalir bagai Selengkapnya
Puisi 7: Melepas Temaram Berlari Girang dalam Pelukan Malam
Puisi 7: Melepas Temaram Berlari Girang dalam Pelukan Malam Senja yang terperangkap cakrawala terdiam tak mampu ucapkan kata meski bayang jingga menari di pelupuk mata sang bayu datang menghalau hasrat Selengkapnya
Puisi 6: Senyummu Melarung Rasa Benciku
Puisi 6: Senyummu Melarung Rasa Benciku Masih kuingat amarahku padamu Menggelegar bagai gendang bertalu Kau lempar senyum manis tanpa ragu Begitu tajam bagaikan sayatan sembilu Kata rayuanmu bagai guratan belati Selengkapnya
Puisi 5: Melepas Kenangan Melingkar di Jemari Hati
Puisi: Melepas Kenangan Melingkar di Jemari Hati By. Theresia Martini Dingin malam yang menyapa Mengentak hening jiwa terlena Terhempas bentangan sejuta tanya Menggeliat mendesah di malam gulita Entah di mana Selengkapnya
Puisi 4: Langit Kian Pekat Menjemput Gulita
Puisi: Langit Kian Pekat Menjemput Gulita Aku pun kini tak dapat menolak Gelombang hati kian mendesak Bikin biji mata pun jadi terbelalak Jantung pun berdegup keras tersentak Memilin hati tersimpul Selengkapnya
Puisi 3: Secangkir Rindu Untukmu
Puisi: Secangkir Rindu Untukmu Tertuang secangkir rindu untukmu Dari sebuah bejana hati masa lalu Sekadar hadirkan bayang wajahmu Mengusir gundah pada rindu bertalu Kuaduk dan kuramu rindu pada jiwa ini Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
- …
- 240
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.







