Komeng Kreasi Thamrin Dahlan Uhhuuuyyy Komeng rakyat biasa Bukan anak pengusaha apalagi penguasa Tak bergelimang harta benda dan tahta Istiqomah ikhlas menghibur rakyat semesta Modal hanya pelawak tak pula menggunakan Selengkapnya
Puisi
Cerita Kehidupan
Cerita Kehidupan Nasi goreng dan kopi Pilihan menu sarapan pagi Di hari libur panjang nan berseri Menikmati musik bergenre religi Sahabat bertanya, “Tidakkah kau bosan hanya berdua, Berkelana dan Selengkapnya
Ku Suka Kuning-Birumu
Ku Suka Kuning-Birumu dalam ruang kesunyian di relung kesendirian dengan mata dipejamkan kuserap ekspresi marko zerjav di sini dalam melodi yang pasti lirik yang berbisik dalam hati kuudarakan rindu tatapmu Selengkapnya
Puisi : Keberibetan Paska Debat Presiden
Ada keberibetan kata kata paska Debat Presiden oh siapa dia dialah jubir alias pem benar benar kan membenarkan jagoan men justifikasi setiap ungkapan komandan Sebenarnya gampang seandainya Pak Boss Selengkapnya
Bangkit
Bangkit tanda hidup Pun semangat Jatuh biasa Bangkit luarbiasa Bangkit lawan keputus = asa an Bangkit dari tidur Mau apa Sematkan semangat Krna dikau bernyawa Rona hidup hempaskan rasa Selengkapnya
“Engkau Abadi Di Ujung Puisi”
Ibu memang pelita hati, tak peduli apakah mereka yang melahirkanmu atau hanya sebagai ibu sambung. Dan hari ini pada hari ibu mendapatkan kiriman puisi dari siswa yang dulu kelas X Selengkapnya
Mata Samudra/Pohon Tua yang terus ingin Berkarya
Bahagia rasanya pada hari guru mendapatkan Puisi dari mereka yang bergelar anak didik, tidak terlambat rasanya memasukkan puisi indah ini kedalam website keren yang selalu menginspirasi untuk terus menulis dan Selengkapnya
Nahkoda “Lelah” Kapal Besar Nyaris Karam
Nahkoda Lelah Thamrin Dahlan *** kapal besar terombang ambing bukan, bukan ‘krna ombak besar namun kenapa kapal besar terseok seok kapal besar sarat persoalan mesin mati tiga beberapa oknum awak Selengkapnya
Renungan Hujan Desember
Puisi : Pesan Hujan Desembar Kreasi Thamrin Dahlan hujan mengguyur Jakarta sejak petang tadi. bumi basah, tanah bumi luar biasa bersikap ikhlas menerima air langit rela terbasahi Selengkapnya
Segelas kopi hitam di waktu shubuh
Pagi buta, kabut masih menyelimuti bumi Segelintir jangkrik mengikrik di depan pintu Hendak masuk menarik selimut. Suara nyaringnya memecah gemericik hujan yang tiada henti sedari petang. Sudah lepek daun daun Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 5
- 6
- 7
- 8
- 9
- …
- 240
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.













